Presiden China Xi Jinping dikabarkan akan melakukan kunjungan diplomatik ke Korea Utara paling cepat pada pekan depan atau akhir Mei 2026. Rencana pertemuan ini dinilai sebagai langkah strategis China untuk bertindak sebagai mediator dalam dialog antara Amerika Serikat dan Korea Utara.
Rencana kunjungan tersebut pertama kali dilaporkan oleh kantor berita Korea Selatan, Yonhap News Agency, pada Rabu (20/5/2026) malam. Informasi ini diperoleh dari seorang pejabat senior pemerintah yang mengetahui agenda tersebut.
Kabar penayangan agenda diplomatik ini diperkuat oleh laporan dinas keamanan, seperti dilansir dari Internasional melalui Reuters. Sumber pemerintah lain menyebutkan bahwa tim protokol dan keamanan asal China baru-baru ini telah mendarat di Pyongyang untuk melakukan persiapan.
Melalui kunjungan ini, Xi Jinping yang baru saja menerima kunjungan Presiden Amerika Serikat Donald Trump pekan lalu, diyakini akan mengupayakan mediasi. Langkah penengah ini ditujukan untuk menghubungkan kembali komunikasi antara Trump dan pemimpin tertinggi Korea Utara, Kim Jong Un.
Hingga saat ini, pihak otoritas Korea Selatan belum memberikan pernyataan resmi mengenai dinamika hubungan bilateral tetangganya. Kementerian Luar Negeri Korea Selatan memilih untuk belum memberikan komentar terkait laporan kunjungan tersebut.
Secara geopolitik, China merupakan sekutu ekonomi dan politik paling utama bagi Korea Utara. Hubungan bilateral kedua negara tersebut kini sedang diupayakan untuk kembali dipererat setelah sempat mengalami perenggangan selama masa pandemi COVID-19.
Kedekatan diplomatik ini sebelumnya juga terlihat saat pemimpin Korea Utara Kim Jong Un mengunjungi Beijing tahun lalu. Dalam kesempatan tersebut, Kim tampil bersama Xi Jinping serta Presiden Rusia Vladimir Putin dalam sebuah parade militer besar.
Di sisi lain, mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump juga sempat menyatakan keterbukaannya untuk berdialog kembali. Trump tercatat telah bertemu dengan Kim sebanyak tiga kali pada masa jabatan pertamanya demi membahas program nuklir Korea Utara.
Melalui catatan pertemuan tersebut, Trump mengaku masih memiliki hubungan yang berjalan dengan baik bersama pemimpin Korea Utara. Upaya diplomasi kawasan Asia Timur kini berpotensi memasuki babak baru lewat inisiasi kunjungan Beijing ke Pyongyang.
| Tokoh | Negara | Peran dalam Isu Korea Utara | Fakta Penting |
|---|---|---|---|
| Xi Jinping | China | Sekutu utama Korea Utara, mediator potensial | Dikabarkan akan berkunjung ke Pyongyang |
| Kim Jong Un | Korea Utara | Pemimpin Korea Utara | Pernah bertemu Trump 3 kali |
| Donald Trump | Amerika Serikat | Pernah negosiasi soal nuklir Korut | Mengaku masih punya hubungan baik dengan Kim |
| Vladimir Putin | Rusia | Mitra strategis Korea Utara dan China | Hadir bersama Xi dan Kim di parade militer |