Wisatawan Asing Ramai Adopsi Gaya Hidup Lokal di China

Wisatawan Asing Ramai Adopsi Gaya Hidup Lokal di China
Foto: Ilustrasi Wisatawan Asing Ramai Adopsi Gaya Hidup Lokal di China.

Wisatawan internasional kini beralih dari kunjungan ke landmark ikonik menjadi aktivitas yang menyerupai keseharian warga lokal di China guna mendapatkan pengalaman perjalanan lebih personal. Fenomena ini muncul seiring lonjakan pergerakan penumpang lintas negara yang diperkirakan mencapai rata-rata 2,25 juta orang per hari selama periode libur Hari Buruh pada Senin (3/5/2026).

Istilah "becoming Chinese" menjadi populer di media sosial global untuk menggambarkan aktivitas turis asing seperti mencoba pemandian 24 jam, mengonsumsi hotpot larut malam, hingga menggunakan pengobatan tradisional. Tren ini didukung peningkatan arus masuk dan keluar penumpang di China yang diprediksi mencatatkan puncak kunjungan lebih dari 2,4 juta orang dalam sehari.

Berdasarkan data Administrasi Imigrasi Nasional China yang dilansir dari Detik Travel, Beijing sendiri mencatat lebih dari 2,28 juta pergerakan wisatawan asing sepanjang tahun ini. Angka tersebut menunjukkan pertumbuhan signifikan sebesar 34 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Presiden Akademi Pariwisata China, Dai Bin, memberikan tanggapan mengenai pergeseran pola perjalanan ini. Penajaman minat wisatawan terhadap rutinitas masyarakat setempat dianggap sebagai indikasi keinginan untuk memahami budaya secara lebih mendalam daripada sekadar kunjungan permukaan.

"becoming Chinese" kata Dai Bin, Presiden Akademi Pariwisata China.

Pemerintah China turut mendorong pertumbuhan ini melalui perluasan kebijakan bebas visa bagi puluhan negara serta skema transit tanpa visa hingga 240 jam bagi warga dari 55 negara. Selain itu, optimalisasi layanan pembayaran dan pengembalian pajak mempermudah turis yang kini mulai menjelajahi kota-kota tingkat kedua dan ketiga.

Sektor ekonomi pariwisata China tercatat tumbuh 9,9 persen pada tahun lalu menurut laporan Bloomberg yang mengutip World Travel & Tourism Council (WTTC). Pertumbuhan tersebut melampaui rata-rata global yang dipicu oleh kenaikan pengeluaran wisatawan asing hingga lebih dari 10 persen pada 2025.

"living like a local" ujar Dai Bin, Presiden Akademi Pariwisata China.

Kepopuleran spa 24 jam yang viral di platform video digital menjadi representasi nyata dari keinginan turis untuk merasakan kehidupan yang dianggap lebih nyata. Aktivitas bersantai dengan mengenakan piyama di tempat umum serta menikmati kuliner lokal di luar pusat metropolitan kini menjadi daya tarik utama pariwisata China.

"lebih nyata" kata Dai Bin, Presiden Akademi Pariwisata China.

Transformasi cara pandang dalam menikmati perjalanan ini berhasil menghadirkan pengalaman yang lebih berkesan bagi pelancong mancanegara. China terus memperkuat posisinya sebagai destinasi autentik melalui kemudahan akses dan promosi gaya hidup masyarakatnya.

Artikel terkait

Rekomendasi