BMKG Sebut Sejumlah Wilayah di Cilacap Mulai Masuki Musim Kemarau

BMKG Sebut Sejumlah Wilayah di Cilacap Mulai Masuki Musim Kemarau
Foto: Ilustrasi BMKG Sebut Sejumlah Wilayah di Cilacap Mulai Masuki Musim Kemarau.

Sejumlah wilayah di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, dilaporkan mulai memasuki musim kemarau pada Mei 2026, seperti dilansir dari Media Indonesia. Kendati demikian, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan potensi turunnya hujan masih tetap ada di wilayah tersebut.

Penetapan awal kemarau ini didasarkan pada akumulasi curah hujan bulanan yang berada di bawah angka 150 milimeter. Berdasarkan sistem pengamatan dasarian BMKG, wilayah dinyatakan masuk musim kemarau jika curah hujan berada di bawah 50 milimeter per dasarian selama tiga dasarian berturut-turut.

ÔÇ£Bulan dikatakan musim kemarau apabila akumulasi curah hujan kurang dari 150 milimeter per bulan. Biasanya periode musim kemarau berlangsung mulai April hingga September,ÔÇØ ujar Ketua Tim Kerja Pelayanan Data dan Diseminasi Informasi BMKG Cilacap, Teguh Wardoyo pada Jumat (22/5).

Pihak BMKG mencatat perbedaan kondisi di beberapa wilayah Cilacap hingga Dasarian II Mei 2026. Kawasan Maos sudah mencatat curah hujan sekitar 148 milimeter, sedangkan wilayah Kampung Laut masih membukukan curah hujan hingga 330 milimeter pada April 2026.

ÔÇ£Kalau nanti dasarian ketiga curah hujannya tetap rendah, maka daerah-daerah itu sudah sah masuk musim kemarau. Tetapi kalau hujannya kembali tinggi di atas 50 milimeter, maka belum bisa disebut awal musim kemarau,ÔÇØ jelas Teguh Wardoyo.

Beberapa daerah yang tercatat mengalami curah hujan kurang dari 50 milimeter selama dua dasarian berturut-turut meliputi Binangun, Nusawungu, Kroya, Maos, Kesugihan, Jeruklegi, Gandrungmangu, Cipari, dan Sidareja. Sebaliknya, wilayah Dayeuhluhur, Wanareja, Majenang, Cimanggu, serta kawasan Stasiun Meteorologi Cilacap masih mencatat curah hujan di atas 50 milimeter per dasarian.

ÔÇ£Musim kemarau itu bukan berarti tidak ada hujan sama sekali. Hujan masih bisa terjadi, tetapi intensitasnya lebih sedikit,ÔÇØ kata Teguh Wardoyo.

Puncak musim kemarau di Cilacap diprediksi terjadi pada Agustus hingga September 2026 dengan sifat kemarau di bawah kategori normal. Kondisi tersebut diperkirakan bakal meningkatkan potensi bencana kekeringan serta krisis pasokan air bersih di masyarakat.

ÔÇ£Di masyarakat kadang ada anggapan musim kemarau itu sama sekali tidak ada hujan. Padahal secara klimatologis tidak seperti itu. Hujan masih mungkin terjadi, hanya jumlahnya lebih sedikit,ÔÇØ tambah Teguh Wardoyo.

Artikel terkait

Rekomendasi