WHO Selidiki Dugaan Penularan Hantavirus Antarmanusia di Kapal MV Hondius

WHO Selidiki Dugaan Penularan Hantavirus Antarmanusia di Kapal MV Hondius
Foto: Ilustrasi WHO Selidiki Dugaan Penularan Hantavirus Antarmanusia di Kapal MV Hondius.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengeluarkan peringatan resmi mengenai wabah Hantavirus di kapal pesiar MV Hondius yang menyebabkan tiga penumpang meninggal dunia. Penyelidikan awal menduga telah terjadi transmisi virus antarmanusia di atas kapal yang kini tertahan dalam pengawasan medis ketat di perairan Tanjung Verde, Afrika Barat.

Dilansir dari Detik iNET, otoritas kesehatan mencatat kapal tersebut mengangkut 149 individu yang berasal dari 23 negara berbeda. Kasus ini memicu kekhawatiran internasional karena Hantavirus biasanya hanya ditularkan melalui hewan pengerat, bukan sesama manusia.

Pejabat teknis WHO, Dr. Maria Van Kerkhove, menyoroti pola penyebaran di dalam kapal yang menunjukkan indikasi penularan antarpenumpang melalui kontak dekat. Temuan ini dianggap tidak biasa dalam sejarah medis penyebaran virus tersebut.

"Apa Itu Hantavirus?" ujar Maria Van Kerkhove, Pejabat Teknis WHO.

Hantavirus merupakan kelompok virus yang dibawa oleh hewan pengerat seperti tikus dan umumnya menular melalui kontak dengan sisa pembuangan hewan yang terinfeksi. Infeksi terjadi saat manusia menghirup udara yang terkontaminasi kotoran atau urine tikus, terutama di ruang tertutup.

"Gejala Hantavirus" kata Maria Van Kerkhove, Pejabat Teknis WHO.

Data dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menunjukkan virus ini dapat memicu penyakit serius seperti Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) yang menyerang paru-paru. Tingkat kematian kasus HPS tergolong tinggi dengan gejala awal yang menyerupai flu ringan.

"Mengapa Kasus di Kapal Pesiar Jadi Sorotan?" ujar Maria Van Kerkhove, Pejabat Teknis WHO.

Kecurigaan WHO didasari pada kelangkaan varian Hantavirus yang mampu menular antarmanusia, yang sebelumnya hanya tercatat pada varian tertentu seperti virus Andes. Kondisi kapal yang padat dan tertutup menjadi faktor krusial yang diduga mempercepat laju infeksi selama perjalanan.

"Cara Mencegah Hantavirus" kata Maria Van Kerkhove, Pejabat Teknis WHO.

Langkah pencegahan utama melibatkan pembersihan lingkungan dari akses hewan pengerat serta penggunaan masker saat membersihkan area yang berisiko. Hingga saat ini, belum tersedia vaksin untuk penyakit ini sehingga tim medis fokus pada perawatan suportif untuk menjaga fungsi organ pasien.

Artikel terkait

Rekomendasi