Waspada, Peretas Curi Akun Instagram Lewat Celah Chatbot AI Meta Terbaru 2026

Waspada, Peretas Curi Akun Instagram Lewat Celah Chatbot AI Meta Terbaru 2026
Foto: Waspada, Peretas Curi Akun Instagram Lewat Celah Chatbot AI Meta Terbaru 2026. (Illustration by Pexels)

Sejumlah peretas dilaporkan berhasil mengambil alih akun Instagram dengan cara memanipulasi chatbot kecerdasan buatan milik Meta. Celah keamanan ini memungkinkan pelaku membajak akun tanpa harus meretas email asli pemiliknya.

Melansir laporan Tech Crunch pada Senin (1/6), insiden ini mulai ramai diperbincangkan setelah pengguna di platform Reddit dan X mengeluhkan hilangnya akses akun mereka. Beberapa figur publik dan institusi penting turut menjadi sasaran peretasan ini.

Tokoh dan Akun yang Menjadi Korban

Daftar akun yang terdampak mencakup profil bersejarah seperti akun Instagram Gedung Putih dari era Presiden Barack Obama yang telah pasif sejak 2017. Selain itu, akun milik Kepala Bintara Tertinggi Angkatan Luar Angkasa AS, John Bentivegna, juga dilaporkan menjadi korban.

Peneliti keamanan siber ternama, Jane Wong, turut mengonfirmasi bahwa dirinya mengalami serangan serupa. Ia menyadari adanya aktivitas mencurigakan setelah menerima banyak notifikasi permintaan pengaturan ulang kata sandi.

Daftar pihak yang teridentifikasi menjadi target peretasan:

  • Akun arsip Gedung Putih era pemerintahan Barack Obama.
  • Akun resmi Kepala Bintara Tertinggi Angkatan Luar Angkasa AS, John Bentivegna.
  • Akun pribadi peneliti keamanan siber Jane Wong.

Data di atas menunjukkan bahwa peretas tidak hanya mengincar pengguna biasa, tetapi juga akun-akun milik tokoh penting dan institusi pemerintah.

Modus Operandi Pemanfaatan Meta AI

Dalam melancarkan aksinya, peretas diduga mengecoh Meta AI Support Assistant untuk menyisipkan alamat email baru ke dalam akun target. Pelaku menggunakan VPN sebagai langkah awal guna mengelabui sistem proteksi lokasi otomatis milik Instagram.

Setelah koneksi aman, pelaku berinteraksi dengan chatbot AI untuk meminta penambahan email tambahan. Chatbot kemudian mengirimkan kode verifikasi langsung ke email milik pelaku sebagai syarat sinkronisasi.

Langkah-langkah yang dilakukan pelaku dalam proses pembajakan:

  1. Mengaktifkan layanan VPN untuk menyamarkan identitas dan lokasi akses.
  2. Memulai percakapan dengan chatbot Meta AI untuk menambah email baru ke akun korban.
  3. Memasukkan kode verifikasi yang dikirimkan chatbot ke email peretas.
  4. Mengatur ulang kata sandi melalui tautan yang diberikan oleh sistem chatbot.

Melalui metode ini, pelaku dapat menguasai akun secara penuh tanpa memerlukan akses ke alamat email utama milik korban.

Respons Meta Terkait Celah Keamanan

Juru bicara Instagram, Andy Stone, memberikan pernyataan resmi bahwa celah keamanan pada sistem chatbot tersebut kini telah diperbaiki. Langkah cepat diambil guna mencegah jatuhnya lebih banyak korban dari metode manipulasi AI ini.

Meski demikian, pihak Meta enggan merinci total kerugian atau jumlah akun yang sempat terdampak akibat insiden tersebut. Pengguna disarankan tetap waspada terhadap aktivitas mencurigakan pada notifikasi keamanan akun mereka.

Status Masalah Tindakan Meta
Celah Keamanan Chatbot Sudah diperbaiki secara sistem.
Jumlah Korban Tidak dipublikasikan ke publik.
Metode Serangan Manipulasi asisten AI dan penggunaan VPN.

Tabel ini merangkum situasi terkini mengenai penanganan kasus pembajakan akun Instagram melalui celah asisten virtual Meta.

Artikel terkait

Rekomendasi