Waspada Infeksi Jantung pada Anak, Kenali Gejala Terbaru dan Risiko Komplikasi 2026

Waspada Infeksi Jantung pada Anak, Kenali Gejala Terbaru dan Risiko Komplikasi 2026
Foto: Waspada Infeksi Jantung pada Anak, Kenali Gejala Terbaru dan Risiko Komplikasi 2026. (Illustration by Pexels)

Infeksi jantung yang menyerang anak-anak merupakan kondisi medis serius yang tidak boleh disepelekan karena berisiko memicu komplikasi berat. Hal ini disampaikan oleh dr. Sarah Rafika Nursyirwan, Sp.A, Subsp. Kardio (K), seorang dokter spesialis anak dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI).

Dalam diskusi daring pada Selasa, dr. Sarah menjelaskan bahwa penyakit ini utamanya disebabkan oleh serangan kuman langsung pada organ jantung. Selain faktor kuman, kondisi ini juga dapat dipicu oleh reaksi sistem imun tubuh yang salah sasaran.

Reaksi antibodi atau autoimun ini muncul akibat adanya infeksi awal yang memicu tubuh untuk berbalik menyerang jaringan jantung sendiri. Masalah ini bisa berujung fatal mengingat jantung memegang peranan vital dalam memompa darah ke seluruh tubuh manusia.

Keterlambatan dalam mendeteksi infeksi ini dapat berakibat pada komplikasi jangka panjang yang merugikan kesehatan anak. Dampaknya bisa sangat luas, terutama jika sudah merusak katup jantung atau mengganggu fungsi pemompaan secara keseluruhan.

Kondisi medis tersebut bahkan bisa memicu gagal jantung pada usia yang sangat dini, mulai dari masa bayi hingga anak-anak. Oleh karena itu, mengenali jenis-jenis infeksi jantung sejak awal menjadi langkah krusial bagi orang tua.

Jenis Infeksi Jantung pada Anak

Ada empat jenis penyakit infeksi jantung yang perlu mendapatkan perhatian khusus dari para orang tua:

  • Perikarditis: Infeksi yang terjadi pada lapisan paling luar yang membungkus jantung.
  • Miokarditis: Peradangan yang menyerang otot jantung sehingga mengganggu kekuatannya dalam memompa darah.
  • Endokarditis: Infeksi yang terjadi pada lapisan bagian dalam jantung atau katup jantung.
  • Penyakit Jantung Reumatik (RHD): Kerusakan jantung akibat komplikasi demam reumatik akut yang menyerang katup.

Struktur jantung sendiri terdiri dari berbagai lapisan, mulai dari area luar hingga bagian terdalam. Setiap lapisan tersebut memiliki risiko yang sama untuk terpapar infeksi jika kuman berhasil masuk ke dalam sistem tubuh.

Berbeda dengan infeksi langsung, demam reumatik akut bermula dari respons antibodi yang berlebihan setelah tubuh mengalami infeksi tertentu. Alih-alih melindungi, imun tubuh justru menyerang jaringan sehat pada katup jantung anak.

Penyebab dan Faktor Risiko

Dokter Sarah mengungkapkan bahwa infeksi jantung sering kali berawal dari masalah kesehatan yang tampak ringan dan biasa saja. Infeksi pada permukaan kulit atau radang lainnya bisa menjadi pintu masuk kuman menuju organ vital.

Bagi anak-anak yang memiliki sistem kekebalan tubuh rendah, infeksi ringan tersebut berpotensi menyebar dan merusak organ penting lainnya. Jantung menjadi salah satu target yang paling rentan terkena dampak penyebaran kuman ini.

Selain itu, radang tenggorokan yang disebabkan oleh bakteri Streptococcus grup A juga sering menjadi pemicu penyakit jantung reumatik. Hal ini biasanya terjadi jika infeksi tenggorokan tersebut tidak mendapatkan penanganan medis yang tuntas dan menyeluruh.

Berikut adalah ringkasan singkat mengenai perbedaan antara infeksi jantung langsung dan penyakit jantung reumatik:

Aspek Perbedaan Infeksi Jantung Langsung Penyakit Jantung Reumatik (RHD)
Penyebab Utama Kuman atau bakteri menyerang jantung secara langsung. Reaksi antibodi berlebih setelah infeksi awal.
Pemicu Awal Luka kulit atau infeksi organ lain. Radang tenggorokan (Streptococcus grup A).
Bagian yang Diserang Lapisan otot, pembungkus, atau dalam jantung. Utamanya menyerang bagian katup jantung.

Tabel di atas menunjukkan bahwa menjaga kebersihan diri dan menuntaskan pengobatan infeksi ringan sangat penting bagi anak. Pencegahan sejak dini dapat menghindari risiko kerusakan jantung permanen yang membahayakan masa depan mereka.

Artikel terkait

Rekomendasi