Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menetapkan status waspada hujan lebat hingga sangat lebat di tujuh wilayah Indonesia pada Kamis (23/4/2026). Penetapan ini dipicu oleh pembentukan sirkulasi siklonik di Samudra Hindia, tepatnya di sebelah selatan Jawa Barat.
Kemunculan sistem cuaca ini berakibat pada terbentuknya daerah konvergensi yang membentang dari pesisir selatan Jawa Tengah hingga ke wilayah Banten. Dampaknya, potensi hujan dengan intensitas tinggi diprediksi akan meluas ke berbagai daerah di sekitarnya sebagaimana dilansir dari Kompas.
Terdapat tujuh wilayah yang masuk dalam daftar kewaspadaan otoritas cuaca nasional tersebut. Daerah-daerah itu meliputi Jawa Barat, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Maluku, Papua, Papua Pegunungan, dan Papua Selatan.
Prakirawan BMKG, Alya Sausan menjelaskan bahwa fenomena atmosfer ini secara langsung memengaruhi intensitas pembentukan awan di titik-titik tertentu.
"Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar daerah sirkulasi siklonik dan di sepanjang daerah konvergensi atau konfluensi tersebut," kata prakirawan BMKG Alya Sausan.
Selain di selatan Jawa Barat, tim meteorologi juga mengidentifikasi titik konvergensi lain yang tersebar di beberapa pesisir dan perairan Indonesia. Wilayah tersebut meliputi pesisir barat Aceh, pesisir barat Bengkulu, hingga bagian utara Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat.
Pertemuan angin juga terdeteksi mulai dari Laut Timur menuju Laut Sawu dan Laut Arafuru. Pola serupa terpantau memanjang dari kawasan Papua Nugini hingga menjangkau Papua Pegunungan serta Papua Barat Daya.
Kondisi cuaca di sejumlah kota besar pada hari ini juga mengalami variasi yang signifikan. Kota Lampung dan Merauke diperkirakan akan menghadapi potensi hujan yang disertai dengan sambaran petir.
| Kategori Cuaca | Wilayah/Kota |
|---|---|
| Hujan Petir | Lampung, Merauke |
| Hujan Sedang | Yogyakarta, Kupang |
| Berawan hingga Berawan Tebal | Kendari, Jayapura, Denpasar, Mataram, Palu |
Masyarakat diminta untuk tetap waspada dan disarankan untuk terus memantau perkembangan informasi cuaca melalui kanal resmi lembaga. Penekanan imbauan ini bertujuan agar warga bisa mengakses data terkini melalui situs resmi atau akun media sosial lembaga meteorologi tersebut.