Jemaah haji Indonesia diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul suhu panas ekstrem di Kota Makkah yang diperkirakan mencapai 43 derajat Celsius pada Senin (4/5/2026). Dilansir dari Detikcom, peringatan ini bertujuan agar jemaah dapat mengatur aktivitas harian dan menjaga kondisi fisik di tengah terik Matahari.
Pengaturan waktu ibadah dan pembatasan mobilitas menjadi poin utama yang ditekankan oleh pemerintah. Hal ini dilakukan demi menghindari paparan langsung panas ekstrem yang berisiko bagi kesehatan para jemaah selama berada di Tanah Suci.
Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah, Maria Assegaff, memberikan penegasan mengenai pentingnya penggunaan alat pelindung diri bagi para jemaah. Strategi penyesuaian waktu keberangkatan menuju Masjidil Haram juga terus disosialisasikan agar jemaah tidak terpapar suhu puncak pada siang hari.
"Kami terus mengimbau jemaah untuk mengatur waktu keberangkatan ke Masjidil Haram dengan baik, mengatasi cuaca panas dengan alat pelindung diri," ujarnya dalam konferensi pers, Minggu (3/5/2026).
Langkah pencegahan lain yang disarankan mencakup pengurangan aktivitas fisik berat di area terbuka saat suhu sedang tinggi. Ibadah pada waktu pagi atau malam hari dipandang lebih aman untuk menghindari risiko dehidrasi yang membahayakan nyawa.
Maria menekankan agar jemaah proaktif dalam memantau kondisi kesehatan pribadi dan segera berkoordinasi dengan petugas medis jika merasa tidak sehat. Penanganan yang cepat dianggap krusial agar seluruh rangkaian ibadah haji tetap berjalan lancar tanpa kendala kesehatan yang berarti.
"Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kesehatan, kemudahan, dan kebaikan kepada seluruh jemaah haji Indonesia, serta menjadikan ibadah hajinya mabrur," pungkas Maria Assegaff, Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah.
Data dari AccuWeather menunjukkan bahwa suhu siang hari di Makkah akan bertahan pada kisaran 39 hingga 43 derajat Celsius selama sepuluh hari ke depan. Pihak otoritas terus memantau perkembangan cuaca untuk memberikan panduan keselamatan terbaru bagi seluruh jemaah.