Waskita Beton Precast Bukukan Pendapatan Rp 395 Miliar Kuartal I 2026

Waskita Beton Precast Bukukan Pendapatan Rp 395 Miliar Kuartal I 2026
Foto: Ilustrasi Waskita Beton Precast Bukukan Pendapatan Rp 395 Miliar Kuartal I 2026.

PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) mencatatkan pendapatan usaha senilai Rp 395,10 miliar pada kuartal I yang berakhir Kamis (23/4/2026). Perolehan tersebut didukung oleh kontribusi tiga lini bisnis utama perusahaan dalam pengerjaan berbagai proyek strategis nasional di Indonesia.

Dilansir dari Kompas, sektor jasa konstruksi menjadi penyumbang terbesar dengan nilai Rp 155,46 miliar atau setara 39,35 persen. Sektor beton precast menyusul dengan Rp 142,86 miliar, sementara segmen beton readymix dan quarry menyumbang Rp 96,77 miliar atau 24,49 persen dari total pendapatan.

Hasil kinerja ini membuat perusahaan mampu membukukan laba kotor sebesar Rp 49,39 miliar. Kepala Divisi Corporate Secretary WSBP Fandy Dewanto menjelaskan bahwa pencapaian ini merupakan hasil dari langkah efisiensi yang diterapkan secara konsisten pada seluruh lini usaha guna menjaga performa operasional.

ÔÇ£WSBP terus menjaga kinerja operasional yang optimal melalui penerapan efisiensi secara konsisten di seluruh lini usaha,ÔÇØ ujar Fandy Dewanto, Kepala Divisi Corporate Secretary WSBP.

Pemasukan perseroan mengalir dari sejumlah proyek infrastruktur besar, termasuk pembangunan Jalan Tol PalembangÔÇôBetung Seksi 1 dan 2 serta Tol ProbolinggoÔÇôBanyuwangi Paket 3. Proyek lainnya mencakup Marunda Expansion Phase 3 dan pembangunan Gedung Kuliah Jurusan Kesehatan Politeknik Negeri Madura.

Di sisi lain, WSBP berhasil menekan beban penjualan sebesar 20,99 persen menjadi Rp 23,44 miliar. Penurunan juga terjadi pada pos beban umum dan administrasi yang merosot hingga 22,34 persen secara tahunan menjadi Rp 82,73 miliar.

ÔÇ£WSBP terus menjaga kinerja operasional yang optimal melalui penerapan efisiensi secara konsisten di seluruh lini usaha,ÔÇØ ujar Fandy Dewanto, Kepala Divisi Corporate Secretary WSBP.

Pihak manajemen menyatakan komitmennya untuk terus mengoptimalkan aset produksi dan memastikan penyelesaian proyek secara tepat waktu. Hal ini dilakukan melalui penerapan manajemen risiko dan prinsip tata kelola perusahaan yang baik demi menjaga keberlangsungan bisnis ke depan.

Artikel terkait

Rekomendasi