Seorang warga sekaligus konten kreator bernama Ijoel memodifikasi marka jalan di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, menjadi area penyeberangan ikonik bergambar karakter gim Pac-Man. Aksi kreatif yang dilakukan pada Maret 2026 ini bertujuan memperbaiki fasilitas publik yang telah pudar secara mandiri dan efisien.
Marka jalan di Jalan Dr. Soepomo tersebut dihias dengan karakter warna-warni untuk meningkatkan aspek estetika sekaligus keamanan pejalan kaki. Dilansir dari Otomotif, inisiatif ini muncul sebagai respons terhadap kondisi zebra cross yang dinilai sudah tidak layak namun belum mendapat perbaikan resmi.
Ijoel menjelaskan bahwa pendanaan untuk proyek kreatif di ruang publik ini sepenuhnya berasal dari anggaran pribadi. Penggunaan material seperti cat semprot menjadi komponen biaya utama dalam pengerjaan marka tersebut.
"Itu ngerjain yang terakhir, kalau di Pancoran sekitar Rp 200.000 sampai Rp 300.000. Jadi memang enggak terlalu mahal, itu untuk cat spray-nya saja," ungkap Ijoel.
Meskipun melibatkan tim kecil untuk membantu operasional di lapangan, total pengeluaran tetap ditekan agar tidak membebani kantong pribadi. Biaya tersebut mencakup kebutuhan logistik dasar selama proses pengerjaan berlangsung.
"Kalau ditambah makan dan minum, totalnya sekitar Rp 350.000, masih enggak sampai Rp 500.000. Itu pun hanya untuk satu ruas saja," katanya.
Terkait aspek legalitas, Ijoel memahami bahwa pengelolaan jalan raya secara formal merupakan otoritas pemerintah dan bukan merupakan ranah warga sipil. Namun, ia merasa perlu mengambil tindakan cepat karena kondisi infrastruktur yang mendesak.
"Pertama, kalau dibilang bukan kewenangan, memang bukan kewenangan warga, ya. Kita kan orang sipil istilahnya," ucap Ijoel.
Motivasi utama di balik tindakan ini adalah kekhawatiran terhadap keselamatan masyarakat yang melintas di area padat lalu lintas tersebut. Penundaan perbaikan dikhawatirkan dapat membahayakan pejalan kaki yang menyeberang jalan.
"Karena sudah geregetan di situ, yang mana kita biasa lakuin itu, ya sudah, kita eksekusi ajalah daripada lama nunggu. Terus juga orang makin bahaya, orang lalu-lalang," kata Ijoel.
Zebra cross Pac-Man di Jalan Dr. Soepomo dilaporkan masih terpampang jelas hingga Selasa (31/3/2026). Keberadaan marka ini sekaligus menjadi bahan diskusi mengenai efisiensi biaya perawatan fasilitas publik oleh instansi terkait.