Warga Kampung Candulan, Kelurahan Petir, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, meningkatkan kewaspadaan melalui evakuasi mandiri guna menyelamatkan aset berharga saat debit air mulai meningkat pada Selasa (5/5/2026). Frekuensi banjir yang semakin sering membuat penduduk setempat mulai terbiasa melakukan persiapan dini setiap kali hujan deras mengguyur wilayah tersebut.
Kesigapan warga dalam mengamankan barang-barang sudah dimulai sejak dini hari segera setelah tanda-tanda luapan air muncul. Dilansir dari Megapolitan, masyarakat biasanya langsung bereaksi ketika melihat air mulai meluap dari saluran drainase atau got di sekitar permukiman mereka.
Seorang warga setempat, Oman, menjelaskan bahwa dirinya segera melakukan tindakan pencegahan begitu melihat indikasi air akan masuk ke area perumahan. Ia mengutamakan pemindahan aset transportasi yang biasanya ditempatkan di area terbuka.
"Kalau air sudah naik di got dan mulai meluap, kita sudah buru-buru pindahin kendaraan," ujar Oman.
Situasi lingkungan yang mendadak ramai di tengah malam sering kali menjadi indikator utama bagi warga untuk segera bangun dan bertindak. Aktivitas kolektif tersebut dianggap sebagai alarm alami bagi warga lain yang masih tertidur untuk segera menyelamatkan motor mereka dari genangan.
"Kalau sudah ramai orang pindahin motor, berarti air sudah naik. Kita langsung buru-buru evakuasi," kata Oman.
Prioritas evakuasi diarahkan pada kendaraan bermotor karena diparkir di lantai dasar yang rentan terendam. Sementara itu, barang-barang rumah tangga lainnya sudah terlebih dahulu dipindahkan ke lantai atas bangunan sebagai bentuk antisipasi jangka panjang.
Pola antisipasi serupa juga dilakukan oleh warga lainnya, Rena, yang menyebutkan bahwa warga sudah memiliki kesiapan mental karena banjir telah menjadi fenomena rutin dalam dua tahun terakhir. Langkah pencegahan ini mencakup pengamanan stok dagangan bagi warga yang memiliki usaha warung.
"Sebagian barang sudah diamankan duluan. Sudah biasa, jadi sudah ancang-ancang," kata Rena.
Rena memastikan bahwa pemindahan barang-barang ke tempat yang lebih tinggi dilakukan secara menyeluruh untuk mencegah kerusakan material. Koordinasi antarwarga dalam mengamankan barang dagangan membantu meminimalisir kerugian ekonomi saat air mulai merendam pemukiman.
"Yang bawah sudah diamankan, jadi tidak ada barang yang terendam," ujar Rena.
Intensitas banjir di Kampung Candulan dilaporkan mengalami peningkatan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Warga mencatat bahwa genangan kini bisa muncul beberapa kali dalam sebulan, berbeda dengan pola lima tahunan yang terjadi di masa lampau.
"Kalau dulu kan tiap lima tahun sekali, sekarang hampir sebulan beberapa kali. Waktu Lebaran saja sudah tiga kali banjir," ucap Rena.
Kondisi geofisika dan cuaca yang tidak menentu memaksa penduduk Kelurahan Petir untuk tetap siaga penuh saat hujan dengan intensitas tinggi terjadi. Langkah evakuasi mandiri tetap menjadi strategi utama warga dalam menghadapi risiko bencana yang datang secara tiba-tiba.