Sejumlah warga mendatangi Stasiun Bekasi Timur untuk meletakkan karangan bunga dan pesan duka bagi korban kecelakaan kereta api pada Kamis (30/4/2026). Aksi empati ini dilakukan menyusul tragedi tabrakan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Jakarta-Cikarang yang terjadi pada Senin (27/4/2026) malam.
Insiden maut tersebut melibatkan KRL jurusan Cikarang bernomor PLB 5568A dengan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Surabaya Pasar Turi di emplasemen Stasiun Bekasi Timur KM 28+920. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 20.52 WIB itu mengakibatkan total korban mencapai 106 orang.
Berdasarkan data yang dilansir dari Megapolitan, sebanyak 16 orang dinyatakan meninggal dunia setelah sempat mendapatkan perawatan medis, sementara 90 orang lainnya mengalami luka-luka. Di sisi lain, sebanyak 240 penumpang KA Argo Bromo Anggrek dilaporkan dalam kondisi selamat.
Salah satu pengguna rutin KRL, Sabrina, sengaja datang untuk menyampaikan rasa duka citanya secara langsung. Perempuan berusia 24 tahun tersebut meletakkan bunga sebagai bentuk solidaritas sesama pengguna transportasi publik yang setiap hari berjuang di rute yang sama.
"Alasan bawa bunga ke sini karena saya sudah hampir setahun jadi pengguna KRL. Jadi benar-benar kerasa kesedihan dan duka yang ada di Stasiun Bekasi Timur ini," ujar Sabrina.
Sabrina mengungkapkan bahwa dirinya merasa memiliki ikatan emosional yang kuat dengan para korban. Meskipun tidak terdampak secara langsung oleh insiden tersebut, ia mengaku bisa merasakan suasana duka yang menyelimuti area stasiun.
"Bagaimanapun juga saya merasakan bagaimana rasanya desak-desakan di stasiun, pulang-pergi naik KRL itu seperti apa. Jadi benar-benar merasa sedih walaupun tidak terdampak secara langsung," kata Sabrina.
Momen ini juga bertepatan dengan hari ulang tahunnya, yang kemudian ia manfaatkan untuk mengirimkan doa. Ia berharap tragedi kecelakaan kereta api serupa tidak akan pernah terjadi lagi di masa depan.
"Sudah meniatkan dari awal, karena hari ini tepat hari ulang tahun saya, jadi saya ingin memberi bunga juga untuk ditaruh di sini," ucap Sabrina.
Ia juga menyampaikan harapan agar keluarga yang ditinggalkan oleh para korban diberikan ketabahan dalam menghadapi cobaan ini.
"Di hari ini saya berdoa khusus untuk para korban, semoga mereka tenang di sana. Dan semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan," tutur Sabrina.
Selain Sabrina, Amanda Devina turut hadir membawa bunga sebagai penghormatan bagi para korban. Secara spesifik, perempuan berusia 27 tahun ini mendedikasikan bunga tersebut sebagai bentuk penghargaan bagi kaum perempuan yang menjadi korban dalam tragedi itu.
"Kalian semua wanita hebat. Wanita pejuang, wanita yang rela berdesak-desakan demi mencari nafkah, meraih pendidikan, dan berjuang demi kehidupan," ungkap Amanda Devina.
Bunga-bunga yang terkumpul di sudut peron stasiun diharapkan menjadi simbol kasih sayang dan doa dari masyarakat. Amanda berharap kehadiran bunga tersebut dapat memberikan ketenangan bagi jiwa para korban.
"Saya harap bunga ini tidak hanya memberikan harum di sudut Stasiun Bekasi Timur, tapi juga memberikan cinta kasih yang tulus, disertai dengan harapan dan doa bahwa korban bisa ditempatkan di sisi terbaik Sang Pencipta," kata Amanda Devina.