Warga Sintang Desak Dedi Mulyadi Tinjau Jalan Rusak Kalimantan Barat

Warga Sintang Desak Dedi Mulyadi Tinjau Jalan Rusak Kalimantan Barat
Foto: Ilustrasi Warga Sintang Desak Dedi Mulyadi Tinjau Jalan Rusak Kalimantan Barat.

Seorang warga di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, mengungkapkan rasa frustrasinya terhadap kondisi infrastruktur jalan yang rusak parah dengan meminta bantuan kepada tokoh luar daerah pada Selasa, 12 Mei 2026. Keluhan tersebut disampaikan karena akses mobilitas warga terhambat oleh timbunan tanah yang menyulitkan kendaraan untuk melintas.

Dilansir dari Suara, pemilik akun media sosial @elisabetmurni secara terbuka meminta bantuan kepada Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, serta Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda. Langkah ini diambil setelah upaya meminta bantuan kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dinilai belum membuahkan hasil yang signifikan bagi perbaikan akses jalan tersebut.

Kekecewaan warga mencuat setelah perbaikan yang sempat dimulai beberapa pekan lalu dianggap tidak tuntas. Kondisi jalan di lokasi dilaporkan masih dipenuhi tanah tebal yang sangat membahayakan bagi pengendara, terutama bagi para pengguna sepeda motor yang melintas di wilayah Sintang.

Elisabeth selaku warga yang terdengar dalam rekaman suara sebelumnya sempat menunjukkan harapan besar kepada kedua tokoh nasional tersebut untuk melihat langsung kondisi lapangan. Ia memohon kehadiran mereka agar perubahan infrastruktur yang nyata dapat segera terealisasi di daerahnya.

"Dari kemarin aku hanya minta tolong dengan Pak KDM. Nah hari ini aku minta tolonglah dengan Bu Sherly. Tolonglah Bu Sherly," ujar Elisabeth, Warga.

Unggahan tersebut sempat mendapatkan respons dari Dedi Mulyadi pada 29 Maret 2026 berupa simbol kobaran api di kolom komentar. Elisabeth kemudian menyatakan harapannya agar kedua tokoh tersebut bersedia meluangkan waktu untuk memantau langsung penderitaan warga akibat jalan rusak.

"Cobalah pergi ke Kalimantan Barat sini. Tolonglah warga di sini. Izinkanlah Bu Serli dan Pak KDM untuk meninggalkan tempatnya dua bulan saja," kata Elisabeth, Warga.

Pada awal Mei 2026, sempat muncul optimisme dari warga ketika alat berat mulai bekerja melakukan perbaikan di beberapa titik jalan. Pada momen tersebut, Elisabeth sempat mengurungkan niatnya untuk meminta bantuan lebih lanjut kepada pihak luar karena melihat adanya tindakan nyata dari pemerintah setempat.

"Bapak KDM, saya nggak jadi pinjam, karena mereka benar-benar mau memperbaiki," kata Elisabeth, Warga.

Namun, dalam laporan terbaru pada Selasa, 12 Mei 2026, warga kembali menyuarakan keluhan karena proyek perbaikan dinilai mangkrak atau tidak menyeluruh. Tanah yang masih menumpuk membuat warga kembali memanggil Dedi Mulyadi melalui media sosial untuk segera turun tangan membantu kondisi di Kalimantan Barat.

"Kang Dedi, kadie kang Dedi. Tulungin kang Dedi," ucap Elisabeth, Warga.

Artikel terkait

Rekomendasi