Warga Padati Perimeter Utara Bandara Soekarno Hatta untuk Bersantai

Warga Padati Perimeter Utara Bandara Soekarno Hatta untuk Bersantai
Foto: Ilustrasi Warga Padati Perimeter Utara Bandara Soekarno Hatta untuk Bersantai.

Kawasan Perimeter Utara Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten dipadati masyarakat yang berkumpul untuk menikmati kuliner terjangkau dan melihat pemandangan pesawat pada Sabtu (16/5/2026). Fenomena keramaian di tepi landasan pacu ini dilansir dari Megapolitan.

Para pengunjung memanfaatkan area rumput di sepanjang pinggir jalan untuk duduk lesehan menggunakan alas banner. Sejumlah pedagang kaki lima juga terlihat menggelar dagangannya di lokasi tersebut, mulai dari minuman es, bakso, cilok, hingga sushi.

Aktivitas santai ini berpusat di sepanjang Jalan Perimeter Utara yang posisinya langsung menghadap ke arah landasan udara. Salah seorang pengunjung, Sarah (25), menyatakan bahwa dirinya kerap mendatangi lokasi ini bersama rekan-rekannya saat akhir pekan.

ÔÇ£Ke sini kalau libur aja kayak Sabtu gini atau Minggu, tapi enggak yang tiap minggu gitu,ÔÇØ kata Sarah.

Faktor cuaca sehabis hujan dinilai membuat atmosfer di sekitar area bandara tersebut menjadi lebih sejuk bagi pengunjung.

ÔÇ£Enak banget suasananya, apalagi habis hujan gini, jadi adem. Terus di depan bisa liat pesawat,ÔÇØ ujar Sarah.

Alasan ekonomis juga menjadi pertimbangan utama warga lebih memilih berkumpul di area terbuka ini ketimbang mengunjungi gerai makanan formal.

ÔÇ£Sebenernya kan ada tuh yang tempat kayak bakso di sana, tapi enakan ngemper di alas kayak gini. Harganya juga lebih murah kan,ÔÇØ ungkap Sarah.

Selisih harga jajanan yang signifikan di tepi jalan menjadi daya tarik yang kuat bagi masyarakat lokal.

ÔÇ£Ya di sini minum es cuma Rp 5.000, kalau di tempat kopi yang kayak di sana pasti lebih mahal,ÔÇØ lanjut Sarah.

Pengunjung lainnya, Amin (35), membawa serta anggota keluarganya ke area ini setelah melihat tayangan yang viral di media sosial.

ÔÇ£Tertarik aja gitu bisa lihat pesawat, apalagi anak-anak kan juga pengin lihat gitu langsung dari deket,ÔÇØ ujar Amin.

Kondisi ramai ini juga diakui oleh para pedagang musiman yang meraup keuntungan dari kunjungan warga sekitar setiap momentum libur tiba.

Pedagang setempat, Kiki (27), menjelaskan bahwa kepadatan pengunjung di perimeter utara sudah menjadi rutinitas tahunan setiap akhir pekan.

ÔÇ£Udah setahun di sini, biasa lah kalau libur pasti rame. Apalagi besok nih Minggu, udah pasti tambah rame,ÔÇØ kata Kiki.

Kiki menambahkan bahwa popularitas tempat nongkrong dadakan ini telah meluas hingga ke luar wilayah Tangerang.

ÔÇ£Orang yang dateng aja pada dari jauh-jauh, Cengkareng aja ada,ÔÇØ tutur Kiki.

Kendati demikian, para pelaku usaha mikro ini menyadari bahwa ruang publik di tepi jalan bandara tersebut bukan merupakan zona aman untuk beraktivitas.

ÔÇ£Kaga boleh sebenarnya, ini kan tanah mereka. Makanya kita mah kalau diusir-usirin nurut aja,ÔÇØ tambah Kiki.

Rambu dilarang berhenti sebenarnya telah dipasang di sepanjang jalur Perimeter Utara guna mengantisipasi gangguan keselamatan penerbangan dan lalu lintas. Petugas aviation security yang berpatroli menggunakan mobil dan sepeda motor kemudian membubarkan kerumunan warga serta pedagang agar mundur ke balik pagar besi pengaman.

Artikel terkait

Rekomendasi