Warga Desa Satria Jaya, Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi, mengeluhkan bau menyengat dari tumpukan sampah liar yang mengganggu aktivitas pada Minggu (26/4/2026). Dilansir dari Megapolitan, kondisi ini memaksa pengendara dan pejalan kaki menggunakan masker saat melintasi area pemukiman tersebut.
Sampah yang didominasi limbah rumah tangga seperti sisa makanan, pakaian, dan popok bekas terlihat menggunung hingga ke bahu jalan. Sebagian limbah tampak mulai membusuk, sementara di titik lain ditemukan bekas pembakaran yang diduga dilakukan warga untuk mengurangi volume tumpukan.
Putra, seorang warga setempat yang kerap melintasi jalur tersebut untuk bekerja, menyatakan bahwa aroma tidak sedap sangat mengganggu pernapasan. Ia berharap otoritas terkait segera mengambil tindakan tegas untuk membersihkan lokasi yang berada dekat dengan perumahan itu.
"Hampir setiap hari saya lewat di daerah itu. Sampai pernah saya bawa masker dan dipakai hanya untuk melintas di lokasi itu karena baunya sangat mengganggu," ungkap Putra.
Ketidaknyamanan muncul karena lokasi pembuangan sampah berada sangat dekat dengan tempat tinggal warga. Putra mempertanyakan pengawasan pemerintah terhadap kemunculan titik pembuangan sampah ilegal di pinggir jalan umum.
"Rasanya risih dan bingung, kenapa bisa ada tumpukan sampah di dekat pemukiman warga dan pinggir jalan," ujarnya.
Kondisi udara pada pagi hari yang seharusnya bersih kini dinilai telah tercemar oleh polusi aroma dari tumpukan limbah tersebut. Terkadang, tumpukan sampah meluber hingga menghalangi akses jalan raya.
"Sampahnya ini tentu sangat mengganggu. Pernah juga saya lihat sampahnya sampai ke jalan. Harapannya pemerintah bisa segera angkut sampah di situ," kata Putra.
Sementara itu, Murjaya, warga lain yang tinggal di sekitar lokasi, mengungkapkan bahwa titik pembuangan tersebut sudah ada sejak tahun 2015. Namun, ia mencatat volume sampah mengalami peningkatan drastis dalam beberapa waktu terakhir.
"Dulu itu sampahnya tidak sebanyak ini. Kalau sekarang banyak sekali," ujar Murjaya.
Dampak kesehatan menjadi kekhawatiran utama bagi masyarakat sekitar selain masalah bau menyengat yang terasa tajam setiap pagi. Lingkungan yang kotor dianggap berpotensi menjadi sarang penyakit bagi penduduk desa.
"Tentu baunya sangat mengganggu. Warga juga takut terserang penyakit karena lingkungannya kotor seperti ini," ucap Murjaya.
Terkait asal sampah, warga menduga bahwa pembuang sampah bukan berasal dari lingkungan setempat. Oknum tidak bertanggung jawab diduga memanfaatkan waktu malam hari untuk membuang limbah secara sembunyi-sembunyi agar tidak terlihat warga.
"Bukan warga sini yang buang. Kayaknya mereka buangnya malam, jadi enggak ketahuan siapa pelakunya," kata Murjaya.
Pihak Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi melalui Juru Bicara Dedi Kurniawan telah dihubungi untuk memberikan keterangan terkait penanganan sampah di lokasi tersebut. Namun, hingga saat ini pihak kedinasan belum memberikan respons atas keluhan warga di Desa Satria Jaya.