Warga Keluhkan Jalan Rusak di Depan Gapura Dukuh Zamrud Bekasi

Warga Keluhkan Jalan Rusak di Depan Gapura Dukuh Zamrud Bekasi
Foto: Ilustrasi Warga Keluhkan Jalan Rusak di Depan Gapura Dukuh Zamrud Bekasi.

Sejumlah warga dan pengendara mengeluhkan kondisi jalan yang mengalami kerusakan parah tepat di depan gapura utama Perumahan Dukuh Zamrud, Kelurahan Cimuning, Kota Bekasi.

Kondisi jalan berlubang tersebut dinilai sangat membahayakan para pengguna jalan dan rawan memicu kecelakaan lalu lintas, terutama saat situasi hujan atau pada malam hari, dikutip dari Megapolitan.

Berdasarkan pantauan di lokasi, permukaan aspal tampak mengelupas dan menyisakan lubang dengan kedalaman sekitar lima sentimeter pada jalur utama yang padat aktivitas masyarakat.

Imam (28), salah satu warga Mustikajaya, menyoroti kontrasnya kondisi jalan tersebut dengan kemegahan gapura yang pembangunannya sempat viral karena menggunakan anggaran APBD hampir Rp 1 miliar.

"Ini fenomena yang unik banget ya. Padahal gapuranya dibangun hampir Rp 1 miliar, tapi jalan di depannya malah rusak," ujar Imam saat ditemui di lokasi, Jumat (8/5/2026).

Menurut pandangannya, pemerintah daerah seharusnya lebih memprioritaskan perbaikan infrastruktur dasar yang bersinggungan langsung dengan keselamatan publik dibandingkan aspek estetika semata.

"Pemerintah harusnya bisa lihat realita yang ada. Jangan cuma bangun gapura yang indah dipandang mata, tapi fungsi keselamatannya enggak ada," kata dia.

Selain faktor keamanan, kerusakan jalan ini sering memicu kemacetan karena kendaraan terpaksa memperlambat laju secara mendadak saat melintasi titik lubang tersebut.

"Ini sudah bukan sekadar ganggu lagi, tapi bisa membahayakan. Kadang bikin macet juga," ujarnya.

Kerusakan serupa ternyata juga ditemukan di beberapa titik lain di sekitar kawasan Dukuh Zamrud, termasuk di area Patung Kodok yang kini dipasangi pot sebagai penanda bahaya bagi pengendara.

Warga lainnya, Hendi (34), menjelaskan bahwa kerusakan aspal di depan gapura utama tersebut sudah dibiarkan tanpa perbaikan selama kurang lebih dua bulan terakhir.

"Sebagai masyarakat kami pengen jalan juga diperbaiki, biar seimbang sama gapura itu. Kendaraan juga lebih aman dan enggak ada kecelakaan," kata Hendi.

Ia menekankan bahwa perbaikan akses jalan harus menjadi prioritas karena lokasinya berada di tikungan dan menjadi jalur utama menuju Cimuning hingga Grand Wisata.

"Harapannya pengen diperbaiki lagi lah, biar lebih aman buat pengendara motor," katanya.

Pembangunan gapura mewah ini sebelumnya menuai perhatian publik karena menggunakan pagu anggaran APBD Kota Bekasi Tahun 2025 dengan nilai mencapai hampir Rp 1 miliar.

Proyek ikon kawasan tersebut berawal dari aspirasi masyarakat yang disampaikan melalui DPRD setelah pengelolaan perumahan secara resmi dialihkan dari pengembang ke pemerintah daerah.

Terkait keluhan warga ini, pihak Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi belum memberikan tanggapan resmi hingga informasi ini dipublikasikan.

Artikel terkait

Rekomendasi