Utusan khusus Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk Greenland, Gubernur Louisiana Jeff Landry, mendapat sambutan dingin dari penduduk setempat saat melakukan kunjungan pertama ke ibu kota Nuuk.
Seperti dikutip dari Media Indonesia, Landry dilaporkan mendapat cemoohan dari warga yang menolak ambisi Amerika Serikat untuk menguasai wilayah otonom tersebut.
Kunjungan Landry bertujuan untuk meredakan ketegangan setelah Presiden Trump berulang kali mengancam akan menganeksasi Greenland dengan alasan keamanan nasional AS.
Namun, video yang beredar di media sosial menunjukkan Landry diteriaki oleh warga saat berjalan di pusat kota.
"Jangan datang ke sini!" teriak seseorang dalam rekaman tersebut.
Menurut laporan The New York Times, Landry sempat berjalan-jalan di Nuuk sambil menawarkan topi bertuliskan Make America Great Again (MAGA) kepada penduduk.
Namun, sangat sedikit warga yang menerima tawaran tersebut, bahkan banyak warga yang menunjukkan ekspresi tidak senang dan memberikan gestur menghina kepada rombongan utusan AS.
"Mereka seharusnya memperbaiki negara mereka sendiri terlebih dahulu," ujar salah satu warga Nuuk, Hanne Hansen, kepada media.
Meskipun Gedung Putih mengeklaim pertemuan antara Landry dengan pejabat tinggi Greenland berlangsung produktif, Perdana Menteri Greenland, Jens-Frederik Nielsen, memberikan pernyataan yang jauh lebih tegas.
Setelah bertemu Landry pada Senin (18/5/2026), Nielsen menegaskan bahwa kedaulatan wilayahnya tidak dapat diganggu gugat.
"Rakyat Greenland tidak untuk dijual. Penentuan nasib sendiri rakyat Greenland bukanlah sesuatu yang bisa dinegosiasikan," tegas Nielsen sebagaimana dikutip dari media Denmark, TV 2.
Landry ditunjuk sebagai utusan khusus pada Desember lalu setelah Trump menghidupkan kembali wacana pembelian Greenland dari Denmark.
Kehadirannya di Nuuk sebenarnya memiliki agenda untuk menghadiri konferensi bisnis Future Greenland.
Misi utama dari kunjungan ini adalah mempererat hubungan ekonomi dan membahas kepentingan keamanan nasional Amerika Serikat di wilayah Arktik.
Menariknya, meski menghadapi penolakan nyata di lapangan, Jeff Landry melalui akun media sosial X miliknya justru berterima kasih atas sambutan hangat yang ia klaim diterima selama di Greenland.
Ia menyatakan akan terus bekerja untuk memperdalam hubungan antara kedua bangsa.
Juru bicara Gedung Putih, Olivia Wales, menambahkan bahwa AS tetap optimis berada di jalur yang tepat untuk menangani kepentingan keamanan nasional di Greenland.
Ia menyebut Landry sebagai aset kuat dalam tim besutan Trump untuk mengejar perdamaian jangka panjang.
Namun, fakta di lapangan menunjukkan tantangan besar bagi diplomasi AS.
Di lokasi konferensi bisnis, terlihat poster-poster bertuliskan ASU yang dalam bahasa Greenland berarti hentikan itu, bersandingan dengan simbol-simbol Amerika, mencerminkan resistensi kuat masyarakat Arktik terhadap ambisi Washington.