Wakil Amirul Hajj sekaligus Wakil Menteri Haji dan Umrah RI Dahnil Anzar Simanjuntak mengonfirmasi sejumlah perbaikan krusial pada tata kelola ibadah haji 2026 saat mendarat di Jeddah, Arab Saudi, pada Senin petang, 18 Mei 2026.
Perubahan signifikan tersebut mencakup penataan kloter keberangkatan jemaah demi mencegah terpisahnya anggota keluarga, kelancaran distribusi dokumen, hingga jaminan logistik konsumsi selama di dalam negeri, sebagaimana dilansir dari Nasional.
"Telah terjadi banyak perbaikan yang krusial. Jadi biasanya kan ada ini ada terpisahnya mahram atau anggota keluarganya. Sampai dengan hari ini pada saat keberangkatan, kami tidak menemukan ada perpisahan mahram. Jadi Alhamdulillah pada poin itu banyak perubahan," kata Dahnil Anzar Simanjuntak, Wakil Menteri Haji dan Umrah RI.
Sistem administrasi juga mengalami pembenahan melalui efisiensi pembagian Kartu Nusuk yang kini diupayakan rampung sejak jemaah masih berada di Indonesia.
"Kedua, Kartu Nusuk dibagikan di Indonesia. Sekarang semuanya sudah terbagikan di Indonesia. Walaupun ada yang belum sempat terbagikan, kemudian dibagikan ketika ketibaan tapi tidak sampai berminggu-minggu baru diperoleh," kata Dahnil Anzar Simanjuntak.
Terkait pemenuhan kebutuhan pangan jemaah sebelum bertolak ke Tanah Suci, pihak kementerian memastikan seluruh standar kualitas dan porsi makanan terpenuhi dengan baik.
"Isu konsumsi dalam negeri berjalan dengan baik, tidak ada keracunan, tidak ada makanan tidak sesuai gramasinya, dan terus-menerus, semuanya berjalan lancar," ujar Dahnil Anzar Simanjuntak.
Peningkatan aspek pelayanan domestik ini juga didukung oleh ketepatan waktu operasional dari maskapai penerbangan nasional yang mencatatkan performa lebih tinggi dibanding musim haji sebelumnya.
"Termasuk di dalam negeri, isu transportasi berjalan dengan baik. Tadi misalnya Garuda Ketika saya berangkat melaporkan tingkat on time performance-nya itu 98 persen berarti lebih baik dibandingkan tahun lalu yang 80-an persen," kata Dahnil Anzar Simanjuntak.
Meski operasional fase awal berjalan sukses, pengawasan ketat terhadap kondisi fisik dan potensi penyebaran penyakit menular di kalangan jemaah tetap menjadi prioritas utama tim pengawas selama di Arab Saudi.
"Tahun ini sudah sangat ketat, tapi tentu masih ada PR yang perlu kita perbaiki. Di Tanah Suci juga kami akan memantau dengan ketat terkait dengan isu kesehatan, misalnya demesia, penyakit menular dan sebagainya," kata Dahnil Anzar Simanjuntak.
Kedatangan Tim KH Hasyim Asy'ari yang dipimpin Dahnil menandai dimulainya kerja tim Amirul Hajj Indonesia yang terbagi dalam tiga kelompok di Arab Saudi.
Kelompok kedua, yakni tim KH Ahmad Dahlan yang dipimpin Menteri Haji dan Umrah RI Mohammad Irfan Yusuf, dijadwalkan mendarat pada Selasa sore, 19 Mei 2026 pukul 17.40 WAS, disusul kelompok HOS Cokroaminoto di bawah pimpinan Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar.