Wamen Pertanian Laporkan Capaian Swasembada Pangan ke Joko Widodo

Wamen Pertanian Laporkan Capaian Swasembada Pangan ke Joko Widodo
Foto: Ilustrasi Wamen Pertanian Laporkan Capaian Swasembada Pangan ke Joko Widodo.

Wakil Menteri Pertanian Sudaryono menemui Presiden ke-7 RI Joko Widodo di Solo, Jawa Tengah, pada Jumat (8/5/2026) malam guna membahas keberhasilan sektor pertanian. Pertemuan silaturahmi tersebut difokuskan pada laporan pencapaian swasembada pangan nasional yang berhasil diraih pemerintah pada tahun 2025.

Pencapaian swasembada ini merupakan pemenuhan target yang diberikan oleh Joko Widodo saat melantik Sudaryono sebagai wakil menteri. Dilansir dari Nasional, keberhasilan sektor pangan tersebut menjadi poin utama dalam diskusi mengenai kesinambungan pembangunan nasional.

"Saya pernah dilantik sebagai wakil menteri di era Presiden Jokowi, waktu itu dengan tugas dan target yang jelas, bagaimana mencapai swasembada pangan secepat-cepatnya," ujar Sudaryono, Wakil Menteri Pertanian.

Laporan tersebut mencakup penghentian impor beras secara total serta peningkatan kesejahteraan para petani di berbagai wilayah Indonesia. Pemerintah juga telah menetapkan kebijakan kenaikan harga gabah menjadi Rp 6.500 per kilogram guna meningkatkan nilai ekonomi bagi produsen pangan.

"Alhamdulillah, sebagaimana juga Pak Jokowi ketahui sekarang ini kita tidak lagi impor beras, kemudian harga gabah juga kita naikkan menjadi Rp 6.500 dan petani happy," ujar Sudaryono, Ketua DPD Partai Gerindra Jawa Tengah.

Selain kebijakan harga, pemerintah memastikan ketersediaan pupuk dengan memberikan potongan harga sebesar 20 persen bagi petani. Langkah ini didukung dengan penguatan sistem pengairan dan jaminan pembelian hasil panen raya untuk menjaga stabilitas produksi pangan.

"Pak Presiden Jokowi juga mengapresiasi dan menyampaikan bahwa pengamatan beliau itu memang petani saat ini dalam kondisi yang baik, bahagia, karena hasil panennya didukung pemerintah, pupuknya cukup, pengairannya ada, dan harga panen raya juga dibeli dengan harga yang baik," tutur Sudaryono, Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI).

Dalam kesempatan tersebut, Sudaryono secara khusus meminta pandangan dan arahan dari Joko Widodo untuk pelaksanaan tugas kementerian ke depan. Ia menekankan bahwa pengalaman mantan presiden tersebut sangat krusial sebagai landasan program pembangunan pangan.

"Saya merasa bangga dan bahagia pada hari ini bisa bersilaturahmi dengan Pak Jokowi dan bisa bertatap muka. Kami mendoakan semoga Pak Presiden Jokowi senantiasa diberikan kesehatan dan kelancaran segala urusannya," ucap Sudaryono.

Sinergi antar-pemerintahan dinilai menjadi kunci agar program kerja yang telah direncanakan dapat memberikan dampak langsung yang optimal bagi masyarakat. Sudaryono menegaskan komitmennya untuk terus mengawal keberlanjutan program pertanian demi kepentingan nasional.

"Dan sinergi terus untuk bagaimana pemerintahan berjalan ini bisa terlaksana dengan baik, program-program bisa terlaksana dengan baik. Kami mohon arahan selalu," ucap Sudaryono.

Artikel terkait

Rekomendasi