Wabah Hantavirus Serang Kapal Pesiar MV Hondius di Samudra Atlantik

Wabah Hantavirus Serang Kapal Pesiar MV Hondius di Samudra Atlantik
Foto: Ilustrasi Wabah Hantavirus Serang Kapal Pesiar MV Hondius di Samudra Atlantik.

Tiga orang penumpang dilaporkan meninggal dunia dan satu warga Inggris dalam kondisi serius akibat dugaan wabah hantavirus di atas kapal pesiar MV Hondius yang sedang berlayar di Samudra Atlantik. Peristiwa ini terjadi di atas kapal milik Oceanwide Expeditions yang saat ini berada di lepas pantai Cape Verde, seperti dilansir dari Lifestyle.

Hingga Selasa (5/5/2026), terdapat 149 orang dari 23 negara yang masih tertahan di dalam kapal tersebut. Berdasarkan laporan BBC News, dua kasus hantavirus telah dikonfirmasi menimpa seorang pria Inggris berusia 69 tahun dan seorang perempuan asal Belanda yang dinyatakan meninggal dunia.

Rentetan kematian dimulai sejak 11 April saat seorang penumpang jatuh sakit dan meninggal di atas kapal. Korban diturunkan di Saint Helena pada 24 April, namun istrinya yang menyertai juga dilaporkan meninggal dalam perjalanan pulang, sementara otoritas masih menyelidiki penyebab pasti kematian dua penumpang lainnya termasuk seorang warga Jerman pada Sabtu lalu.

Kondisi darurat kembali terjadi pada Senin (27/4) ketika seorang penumpang Inggris mengalami kritis sehingga harus dievakuasi medis ke Afrika Selatan. Direktur Regional WHO untuk Eropa, Hans Henri P. Kluge, memberikan tanggapan terkait risiko penyebaran virus tersebut.

"Hantavirus memang dapat menyebabkan gejala berat pada sebagian kasus, tetapi tidak mudah menular dari orang ke orang. Risiko bagi masyarakat umum tetap rendah," ujar Hans Henri P. Kluge, Direktur Regional WHO untuk Eropa.

Pihak Organisasi Kesehatan Dunia kini tengah memantau perkembangan situasi serta menyelidiki lima kasus suspek tambahan. Menteri Kesehatan Afrika Selatan, Aaron Motsoaledi, turut menjelaskan penanganan medis yang diberikan kepada pasien di Johannesburg.

"Seperti virus pada umumnya, hantavirus belum memiliki pengobatan spesifik sehingga pasien diberikan terapi sesuai gejala dan dukungan medis semaksimal mungkin," terang Aaron Motsoaledi, Menteri Kesehatan Afrika Selatan.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia menjelaskan bahwa hantavirus merupakan penyakit zoonosis yang ditularkan melalui hewan pengerat atau rodensia seperti tikus. Penularan pada manusia biasanya dipicu oleh kontak langsung dengan urine, air liur, atau kotoran tikus yang terkontaminasi.

Gejala yang muncul umumnya meliputi demam, sakit kepala, nyeri otot, mual, hingga kemerahan pada mata. Pada tingkat lanjut, infeksi ini dapat berkembang menjadi gangguan pernapasan berat atau Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) serta gangguan fungsi ginjal akut.

Artikel terkait

Rekomendasi