Wabah Hantavirus di Kapal MV Hondius Picu Pelacakan Kontak Global

Wabah Hantavirus di Kapal MV Hondius Picu Pelacakan Kontak Global
Foto: Ilustrasi Wabah Hantavirus di Kapal MV Hondius Picu Pelacakan Kontak Global.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengonfirmasi wabah Andes virus mematikan di kapal pesiar MV Hondius yang menyebabkan tiga orang meninggal dunia dan memicu pelacakan kontak internasional. Puluhan penumpang telah kembali ke negara asal mereka pada April 2026 sebelum peringatan resmi dikeluarkan.

Sebanyak delapan kasus telah teridentifikasi terkait insiden di kapal berbendera Belanda tersebut, sebagaimana dilansir dari Detik iNET yang mengutip laporan TMZ dan El Pais. Tiga pasien yang diduga terinfeksi baru saja dievakuasi dari kapal pada Rabu waktu setempat untuk penanganan medis lebih lanjut.

Kekhawatiran global meningkat setelah sedikitnya 23 penumpang turun di Pulau Saint Helena, Atlantik Selatan, dan melanjutkan perjalanan pulang ke Amerika Utara, Australia, Taiwan, Inggris, Belanda, hingga Swiss. Salah satu penumpang yang turun di Saint Helena kini dirawat di Swiss setelah terkonfirmasi positif hantavirus.

Badan kesehatan dunia tersebut memberikan perhatian khusus karena jenis virus yang ditemukan merupakan strain langka yang memiliki kemampuan menular antarmanusia. Temuan ini didukung oleh fakta tidak adanya keberadaan tikus atau hewan pengerat sebagai pembawa virus di dalam kapal.

"Kemungkinan penularan antarmanusia sedang diselidiki," tulis WHO dalam keterangannya.

Pihak otoritas menduga infeksi pertama kali berasal dari seorang penumpang yang tertular saat berada di Argentina sebelum kapal berangkat dari Ushuaia menuju Antartika. Saat ini, MV Hondius dilaporkan sedang menuju Spanyol setelah sempat ditolak merapat di beberapa wilayah dan kini berada di lepas pantai Cape Verde.

Meskipun risiko pandemi global dinilai masih rendah, pemantauan ketat tetap dilakukan mengingat masa inkubasi virus yang dapat berlangsung selama beberapa minggu. Gejala awal infeksi ini dilaporkan menyerupai flu berat, termasuk demam, nyeri otot, dan gangguan pernapasan akut yang berisiko menyebabkan gagal ginjal.

WHO juga menginstruksikan seluruh penumpang yang sempat berada di MV Hondius untuk segera melapor ke fasilitas kesehatan jika merasakan gejala sakit. Penelusuran kontak di Inggris menunjukkan dua warga telah menjalani isolasi mandiri sebagai langkah pencegahan penyebaran virus lebih luas.

Artikel terkait

Rekomendasi