Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar MV Hondius Picu Kekhawatiran Global

Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar MV Hondius Picu Kekhawatiran Global
Foto: Ilustrasi Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar MV Hondius Picu Kekhawatiran Global.

Sebanyak delapan kasus hantavirus ditemukan di kapal pesiar MV Hondius dengan laporan tiga korban meninggal dunia hingga Minggu (10/5/2026). Wabah ini memicu peringatan darurat Level 3 dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat di tengah ramainya sorotan netizen terhadap film fiksi ilmiah X-Files.

Dilansir dari Detik iNET, otoritas kesehatan saat ini tengah melacak potensi penyebaran kasus di 12 negara berbeda. Sekitar 30 orang yang berstatus suspek, termasuk lima warga negara Amerika Serikat, tercatat telah turun dari kapal di Pulau St Helena pada 24 April sebelum prosedur pelacakan kontak dimulai.

Perjalanan MV Hondius yang dioperasikan oleh Oceanwide Expeditions ini dimulai pada 1 April 2026 dari Ushuaia, Argentina. Kapal tersebut dijadwalkan bersandar di Canary Island, Spanyol, pada hari Minggu ini meskipun mendapat penolakan dan aksi protes dari warga lokal setempat.

Dokter Ashish Jha menjelaskan karakteristik medis dari virus yang menyebar melalui kontak dengan urin, air liur, dan kotoran tikus yang terinfeksi tersebut melalui ABC News.

"Ini adalah virus dengan tingkat kematian 30-40%. Butuh waktu sampai gejalanya muncul," kata dokter Ashish Jha.

Situasi medis ini menjadi viral di media sosial setelah potongan klip dari film The X-Files: Fight the Future tahun 1998 kembali beredar. Dalam alur film tersebut, karakter Fox Mulder dan Dana Scully menyelidiki wabah hantavirus yang dikaitkan dengan konspirasi pemerintah.

Seorang informan dalam adegan film tersebut memberikan pernyataan yang kini ramai dibahas oleh para pengguna internet di Amerika Serikat.

"Wabah untuk mengakhiri semua wabah, senjata sunyi untuk perang yang senyap," kata si informan.

Komentar mengenai kemiripan situasi nyata dengan fiksi bermunculan di unggahan akun @90.nostalgia4millennial yang dilaporkan BoredPanda. Pengguna @liquidfox491 memberikan tanggapannya mengenai fenomena ini.

"Sudah dibilang kita hidup di dunia X Files," kata @liquidfox491.

Sentimen serupa disampaikan oleh akun @LUXE_eth yang menyoroti pergeseran pandangannya terhadap karya fiksi populer masa lalu.

"Saya masih ingat ketika film ini dan The Matrix itu cuma cerita fiksi," kata @LUXE_eth.

Kecurigaan mengenai latar belakang penulisan naskah film tersebut juga diutarakan oleh netizen lainnya di kolom komentar.

"Ini yang menulis naskahnya CIA? Agak mencurigakan," kata @PeoriaLabs.

Sementara itu, pengguna @TheGingerRoot96 menceritakan pengalamannya menonton kembali karya Chris Carter tersebut setelah berita wabah mencuat.

"Tadi malam saya jadi menonton ulang serial X Files lagi. Saya dulu nonton juga film bioskop X Files. Kebenaran sering ditampilkan di dalam cerita fiksi," kata @TheGingerRoot96.

Akun @Kimberleigh444 turut memuji visi sang kreator dalam meramu cerita yang dianggap relevan dengan kondisi masa depan.

"The X-Files penuh kebenaran jadi bukan lagi Truth Is Out There. Chris Carter tahu soal masa depan," kata @Kimberleigh444.

Meskipun CDC telah menetapkan status darurat level 3, lembaga tersebut menyatakan bahwa ancaman langsung bagi publik secara luas masih berada pada tingkat rendah namun tetap dalam pemantauan ketat.

Artikel terkait

Rekomendasi