Wabah Andes Hantavirus di Kapal MV Hondius Meluas

Wabah Andes Hantavirus di Kapal MV Hondius Meluas
Foto: Ilustrasi Wabah Andes Hantavirus di Kapal MV Hondius Meluas.

Jumlah pasien positif Andes hantavirus di kapal pesiar MV Hondius bertambah dua orang dalam lima hari terakhir pada periode April-Mei 2026, sehingga total akumulasi kelonjakan kasus kini mencapai 13 orang, dilansir dari Detik Health.

Lonjakan data infeksi menular pada masa inkubasi 42 hari ini merujuk pada catatan Center for Infectious Disease Research & Policy, University of Minnesota. Saat ini, sejumlah penumpang sedang menjalani prosedur isolasi dan karantina di beberapa negara.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa kondisi penanganan penyebaran virus di kapal pesiar MV Hondius tersebut sejauh ini masih terkendali.

"Situasinya stabil untuk saat ini. Kami terus waspada dan menjalin kontak erat dengan semua pemerintah terkait," kata direktur jenderal World Health Organization (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus, di X pada 24 Mei 2026.

Otoritas kesehatan internasional juga memastikan pengawasan medis ketat terus berjalan bagi seluruh individu yang terdampak.

"Semua penumpang dan awak pesawat tetap dalam karantina dan di bawah pengawasan ketat untuk memastikan mereka menerima perawatan jika diperlukan," tambahnya.

Satu kasus baru dari pelayaran ini juga teridentifikasi di benua Eropa setelah pemerintah Spanyol mengonfirmasi seorang warga negaranya positif terinfeksi hantavirus dan dirawat di rumah sakit kota Madrid pada 25 Mei. Hingga kini, penularan virus patogen tersebut dilaporkan tidak menyebar ke masyarakat luar di luar manifes kapal pesiar.

Terkait mekanisme penularan patogen, otoritas kesehatan memastikan karakteristik virus jenis Andes ini tidak serupa dengan pandemi flu global.

"Ketika kami menyebut 'kontak dekat' untuk penularan antarmanusia, yang kami maksud adalah kontak fisik yang sangat, sangat dekat. Misalnya berbagi kamar tidur, berbagi kabin, atau memberikan perawatan medis langsung. Ini sangat, sangat berbeda dengan COVID dan sangat berbeda dengan influenza," tegas Van Kerkhove kepada Reuters.

Penyebaran Andes hantavirus membutuhkan kedekatan fisik yang intens antar-individu, berbeda dengan virus COVID-19 yang dapat bertransmisi secara bebas di udara melalui pembatasan jarak sosial biasa.

Artikel terkait

Rekomendasi