Vladimir Putin Jadwalkan Kunjungan Kerja ke China Pekan Depan

Vladimir Putin Jadwalkan Kunjungan Kerja ke China Pekan Depan
Foto: Ilustrasi Vladimir Putin Jadwalkan Kunjungan Kerja ke China Pekan Depan.

Presiden Rusia Vladimir Putin dijadwalkan melakukan kunjungan kerja ke Beijing, China, pada 19 hingga 20 Mei 2026 untuk menemui Presiden Xi Jinping. Lawatan kenegaraan selama dua hari ini dilakukan guna membahas kerja sama ekonomi serta berbagai isu regional dan internasional yang krusial.

Kunjungan tersebut berjarak kurang dari 24 jam setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyelesaikan kunjungan dinasnya di China. Hubungan bilateral antara Moskow dan Beijing dilaporkan semakin erat setelah Rusia menerima sanksi ekonomi berat dari Barat akibat invasi ke Ukraina sejak 2022.

Pengumuman resmi dari Istana Kremlin yang dilansir dari Investor Daily menyebutkan bahwa agenda ini bertepatan dengan peringatan hari jadi ke-25 Traktat Persahabatan Sino-Rusia. Jalur perdagangan dengan China kini menjadi tumpuan utama bagi stabilitas ekonomi Rusia di tengah embargo Amerika Serikat dan Eropa.

Selain pertemuan pada Mei ini, Kremlin menyatakan bahwa Presiden Putin juga direncanakan kembali mendatangi China pada November mendatang. Agenda berikutnya adalah untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) APEC yang diselenggarakan di kota Shenzhen.

Sementara itu, situasi di garis depan pertempuran Ukraina masih diwarnai aksi saling serang. Pemerintah Ukraina berhasil memulangkan 528 jenazah tentaranya yang gugur setelah melakukan proses pertukaran tawanan perang dengan pihak Rusia.

Pertukaran tawanan perang tersebut dikonfirmasi merupakan bagian dari fase pertama rencana besar kedua belah pihak. Masing-masing negara menargetkan pertukaran hingga total 1.000 tawanan perang.

Di tengah proses diplomasi tersebut, Rusia meluncurkan serangan udara masif menggunakan 294 pesawat nirawak (drone) ke wilayah selatan Odesa yang merusak fasilitas pelabuhan. Sebaliknya, Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim sistem pertahanan mereka menjatuhkan 138 drone Ukraina yang menyasar 14 wilayah termasuk Moskow dan Crimea.

Pertemuan bilateral ini menjadi momentum bagi kedua negara untuk memperkuat integrasi kekuatan ekonomi dan militer di kawasan Eurasia. China saat ini memegang posisi strategis sebagai mitra ekonomi utama sekaligus mediator bagi negara-negara yang berkonflik dengan blok Barat.

Artikel terkait

Rekomendasi