Virus Hanta Serang Kapal Pesiar MV Hondius Tiga Orang Tewas

Virus Hanta Serang Kapal Pesiar MV Hondius Tiga Orang Tewas
Foto: Ilustrasi Virus Hanta Serang Kapal Pesiar MV Hondius Tiga Orang Tewas.

Isolasi ketat diterapkan terhadap 149 penumpang dan kru kapal pesiar MV Hondius yang kini terombang-ambing di lepas pantai Tanjung Verde, Afrika Barat. Langkah darurat ini diambil setelah tiga orang dikonfirmasi meninggal dunia akibat paparan patogen mematikan virus Hanta yang berasal dari hewan pengerat.

Kondisi di atas kapal dilaporkan mencekam setelah munculnya konfirmasi mengenai penyebaran virus tersebut di dalam dek kapal. Sebagaimana dilansir dari Detik Health yang mengutip Reuters, seluruh penumpang saat ini diperintahkan untuk tetap berada di dalam kabin sebagai bentuk tindakan pencegahan penularan.

Otoritas setempat mengambil langkah isolasi meskipun penularan virus Hanta antarmanusia secara medis tergolong sangat jarang terjadi. Di tengah proses investigasi medis yang masih berlangsung, seorang penumpang merekam situasi tekanan psikologis yang dialami para penghuni kapal melalui sebuah video.

"Kami bukan sekadar cerita, kami bukan sekadar judul berita, kami adalah manusia yang memiliki keluarga, memiliki kehidupan, dan ada orang-orang yang menunggu kami di rumah," ungkap penumpang tersebut.

Hingga saat ini, belum ada kepastian mengenai jadwal evakuasi maupun kepulangan para penumpang ke negara asal. Situasi tersebut memicu kecemasan mendalam bagi mereka yang terjebak di tengah laut tanpa kejelasan prosedur kepulangan.

"Ada banyak ketidakpastian, dan itulah bagian yang paling sulit. Yang kami inginkan saat ini hanyalah merasa aman, mendapatkan kejelasan, dan pulang ke rumah," tambahnya.

Tim medis internasional dari National Institute for Public Health (RIVM) Belanda dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sedang berupaya melacak sumber wabah. Berdasarkan riwayat perjalanan, kapal MV Hondius memulai pelayarannya dari Argentina, Amerika Selatan, yang menjadi fokus utama penelitian para ahli.

Profesor dari Geneva Graduate Institute, Daniel Bausch, menjelaskan adanya potensi keterkaitan wabah ini dengan varian virus tertentu yang ditemukan di wilayah Amerika Selatan. Spesies tersebut diketahui memiliki karakteristik unik dibandingkan jenis virus Hanta lainnya.

"Sangat signifikan bahwa kapal pesiar ini memulai perjalanannya di Argentina," ujar Daniel Bausch, Profesor Geneva Graduate Institute.

Bausch menambahkan bahwa meskipun situasi di kapal sangat serius, potensi wabah ini meluas menjadi pandemi global masih sangat kecil. Penegasan ini memberikan sedikit harapan di tengah kekhawatiran masyarakat internasional mengenai potensi penyebaran virus lebih lanjut.

Otoritas Tanjung Verde tetap memberlakukan larangan bagi kapal MV Hondius untuk bersandar di pelabuhan demi menjaga keamanan daratan. Saat ini, upaya repatriasi sedang diprioritaskan bagi jenazah warga negara Jerman yang menjadi korban ketiga, serta dua kru kapal yang menunjukkan gejala infeksi akut.

Artikel terkait

Rekomendasi