Video Detik-Detik Bandara Kuwait Dihantam Drone 2026, Korban Berjatuhan: Mengejutkan!

Video Detik-Detik Bandara Kuwait Dihantam Drone 2026, Korban Berjatuhan: Mengejutkan!
Foto: Video Detik-Detik Bandara Kuwait Dihantam Drone 2026, Korban Berjatuhan: Mengejutkan!. (Illustration by Pexels)

Direktorat Jenderal Penerbangan Sipil Kuwait (DGCA) baru saja merilis rekaman detik-detik mencekam saat Bandara Internasional Kuwait dihantam serangan pesawat tak berawak (drone). Peristiwa tragis yang terjadi pada 3 Juni 2026 ini terekam jelas melalui kamera pengawas atau CCTV di area bandara.

Serangan tersebut menyasar langsung Terminal 1 (T1) dan mengakibatkan kerusakan bangunan yang sangat parah. Melalui akun resmi di media sosial X, otoritas penerbangan Kuwait mengonfirmasi adanya korban jiwa serta luka berat akibat agresi tersebut.

Detail Rekaman CCTV Serangan Drone

Rekaman video yang dipublikasikan memperlihatkan beberapa sudut lokasi bandara saat ledakan terjadi di siang hari. Pada bagian awal, terlihat sebuah drone jatuh menembus atap terminal dan seketika memicu ledakan api yang besar.

Asap hitam pekat langsung membubung tinggi dari titik jatuhnya pesawat tak berawak tersebut di Terminal 1. Padahal, saat kejadian berlangsung, situasi di luar bandara terpantau masih ramai oleh warga yang beraktivitas secara normal.

Kamera di area parkir kendaraan juga menangkap momen ledakan yang sangat mengejutkan bagi warga di sekitar lokasi. Getaran hebat dan serpihan bangunan terlihat beterbangan sesaat setelah drone tersebut menghantam sasaran.

Suasana di dalam terminal pun tidak kalah mencekam saat kepanikan melanda para calon penumpang dan staf bandara. Beberapa orang yang tengah berjalan terlihat berlarian untuk menyelamatkan diri ketika plafon dan struktur bangunan mulai runtuh.

Saling Tuduh Antara Iran dan Amerika Serikat

Menanggapi insiden berdarah ini, pihak Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran memberikan pernyataan resmi terkait keterlibatan mereka. Iran membantah telah secara sengaja mengarahkan serangan drone ke terminal penumpang sipil di Kuwait.

Juru bicara IRGC menyatakan bahwa kerusakan parah di terminal kemungkinan besar disebabkan oleh sistem pertahanan rudal Patriot milik Amerika Serikat. Menurut mereka, sistem pencegat AS gagal mengenai rudal Iran dan justru jatuh menghantam terminal.

Pihak Iran mengeklaim serangan sebenarnya ditujukan kepada pangkalan militer Amerika Serikat di Kuwait dan Bahrain. Aksi militer ini disebut sebagai balasan atas serangan udara yang sebelumnya dilancarkan Amerika di Pulau Qeshm.

Di sisi lain, Pentagon atau Departemen Pertahanan AS menyatakan bahwa rudal yang ditembakkan Iran memang gagal mencapai target militer. Dua proyektil dilaporkan mengalami kerusakan teknis atau pecah di tengah perjalanan sebelum sampai ke sasaran.

Dampak Kerugian dan Jumlah Korban

Kementerian Kesehatan Kuwait bergerak cepat dengan mengerahkan puluhan unit ambulans menuju lokasi kejadian untuk mengevakuasi korban. Abdullah al-Sanad selaku juru bicara kementerian menjelaskan bahwa banyak korban mengalami cedera yang sangat fatal.

Daftar dampak kesehatan dan korban yang dilaporkan dalam insiden tersebut antara lain:
  • Luka berat pada bagian kepala dan pendarahan otak akibat serpihan bangunan.
  • Kasus amputasi anggota tubuh karena terkena efek ledakan langsung.
  • Korban tewas dari kalangan pelancong, termasuk satu warga negara India.
  • Puluhan staf bandara dan warga sipil mengalami luka serius yang memerlukan perawatan intensif.

Pemerintah Kuwait menegaskan bahwa sistem pertahanan udara mereka sebenarnya telah merespons serangan drone dan rudal tersebut. Namun, besarnya skala agresi tetap menyebabkan dampak material dan kemanusiaan yang sangat signifikan di area bandara.

Kementerian Luar Negeri India telah mengeluarkan kecaman keras atas insiden yang merenggut nyawa salah satu warganya di bandara. Hingga saat ini, proses identifikasi korban dan investigasi kerusakan di Terminal 1 masih terus dilakukan oleh pihak berwenang.

Artikel terkait

Rekomendasi