Vendor Dekorasi Ciputat Timur Alami Penipuan Berkedok Acara Makan Gratis

Vendor Dekorasi Ciputat Timur Alami Penipuan Berkedok Acara Makan Gratis
Foto: Ilustrasi Vendor Dekorasi Ciputat Timur Alami Penipuan Berkedok Acara Makan Gratis.

Seorang pemilik vendor dekorasi berinisial SF merugi hingga Rp65 juta setelah menjadi korban penipuan oleh pria berinisial A di kawasan Ciputat Timur, Tangerang Selatan. Pelaku melarikan ratusan barang sewaan menggunakan jasa pengiriman barang pada Sabtu (2/5/2026).

Dilansir dari Megapolitan, pelaku awalnya memesan 170 unit kursi dan tiga mesin blower dengan dalih akan mengadakan kegiatan penyuluhan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Namun, setelah barang dikirim ke lokasi tujuan di Jalan Semanggi II, Cempaka Putih, pelaku menghilang tanpa melakukan pembayaran.

Siti Fatimah, pemilik vendor dekorasi dan rias pengantin, menjelaskan bahwa sejumlah saksi mata di lokasi melihat barang-barang miliknya diangkut menggunakan dua kendaraan pikap. Aksi tersebut terjadi sekitar sore hari saat lokasi mulai sepi.

ÔÇ£Sekitar pukul 15.00 WIB itu banyak yang lihat. Warga bilang ada dua mobil pikap logo Lalamove angkut barang,ÔÇØ kata Fatimah saat ditemui di Polsek Ciputat Timur, Sabtu (2/5/2026).

Berdasarkan laporan dari warga setempat, pelaku sempat berdalih bahwa pengangkutan barang tersebut dilakukan karena adanya kesalahan alamat pengiriman. Pelaku meyakinkan warga bahwa sebagian kursi harus dipindahkan ke gedung lain.

ÔÇ£Dia bilang ke warga, ÔÇÿIni Bu Fatimahnya salah antar. Jadi ini mau dipindahkan gedung lain. Yang di sini saya tinggal cuma 50 aja,ÔÇÖÔÇØ kata Fatimah menirukan keterangan warga.

Dari total pesanan awal, korban menemukan fakta bahwa hanya tersisa 50 unit kursi di lokasi kejadian. Sebanyak 120 unit kursi lainnya beserta seluruh mesin blower telah dibawa kabur oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

ÔÇ£Bangku ditinggalin 50. Jadi diambilnya 110,ÔÇØ ujar Fatimah.

Korban menaruh curiga bahwa pelaku menggunakan jasa angkut logistik resmi untuk membawa kabur asetnya. Meski demikian, terdapat keraguan mengenai keaslian identitas kendaraan yang digunakan dalam aksi tersebut.

ÔÇ£Katanya sih emang Lalamove. Tapi pas kita juga enggak tahu ya. Polisi juga lagi nyelidikin. Nomor serinya itu kayak ditempel, ditutup gitu. Bukan asli Lalamove katanya,ÔÇØ ucap Fatimah.

Kerugian material yang diderita vendor mencapai puluhan juta rupiah berdasarkan nilai pasar barang yang hilang. Nilai tersebut mencakup harga satuan kursi futura dan mesin pendingin udara blower yang dibawa lari.

ÔÇ£Kursi futura satu unit itu sekarang sekitar Rp 400 ribuan. Kalau blower-nya sekitar Rp 5 juta satu. Kalau keseluruhan sekitar Rp 65 juta-an,ÔÇØ kata Fatimah.

Proses komunikasi antara korban dan pelaku dimulai sejak Kamis (30/4/2026) melalui pesan singkat. Pelaku yang menggunakan nama samaran Andi tersebut mengaku sebagai mahasiswa universitas negeri demi mendapatkan kepercayaan korban.

ÔÇ£Dia bilang mau sewa kursi plus blower. Dengan kursi sebanyak 170, blower-nya tiga,ÔÇØ ujar Fatimah.

Keyakinan Fatimah semakin kuat karena pelaku menyebutkan lokasi acara berada di area himpunan mahasiswa. Kedekatan lokasi dengan tempat tinggalnya membuat korban tidak merasa perlu mencurigai identitas penyewa.

ÔÇ£Dia mengaku-nya mahasiswa. Dia bilang, ÔÇÿAku mahasiswa UIN.ÔÇÖ Jadi saya percaya aja,ÔÇØ kata Fatimah.

Saat proses pengantaran barang dilakukan pada Kamis siang, Fatimah membawa armada pikap untuk menjangkau lokasi yang sempit. Namun, pelaku tidak pernah menampakkan diri secara langsung saat serah terima barang dilakukan.

ÔÇ£Pakai mobil pikap biasa, karena tempatnya kecil. Yang mengantar tiga mobil,ÔÇØ ujar Fatimah.

Korban sempat meminta adanya bukti serah terima yang sah sebagai prosedur operasional standar vendornya. Pelaku terus menghindar dengan memberikan berbagai alasan agar tidak perlu bertemu langsung dengan pemilik barang.

ÔÇ£Saya bilang harus ada yang serah terima biar sama-sama enak. Tapi dia bilang, ÔÇÿKayaknya cukup deh video ajaÔÇÖ,ÔÇØ tutur Fatimah.

Setelah menunggu beberapa jam di lokasi tanpa hasil, Fatimah akhirnya memutuskan untuk pulang dan meninggalkan barang-barang tersebut sesuai permintaan pelaku. Ia baru meninggalkan lokasi pada waktu siang hari.

ÔÇ£Saya tungguin sampai jam 1 lewat 15 menit,ÔÇØ kata Fatimah.

Janji pembayaran secara nontunai yang dijanjikan pelaku hingga sore hari tidak pernah terealisasi. Pelaku justru memutus komunikasi setelah menanyakan detail nomor rekening bank milik korban.

ÔÇ£Pas jam 05.30 itu dia bilang, ÔÇÿMbak udah pasti ya ini nomor rekeningnya?ÔÇÖ Habis dari situlah lost contact,ÔÇØ ujar Fatimah.

Menanggapi kasus tersebut, pihak Kepolisian Sektor Ciputat Timur telah mengonfirmasi adanya laporan penipuan tersebut. Polisi mengklaim telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) sesaat setelah menerima laporan.

ÔÇ£Jadi sekitar jam 11 malam itu ramai-ramai kan banyak. Saya pas ada di situ juga. Langsung dilakukan cek TKP sama Unit Reskrim,ÔÇØ kata Bambang Askar Sodiq, Kapolsek Ciputat Timur.

Penyelidikan kini difokuskan pada keterangan saksi mata yang melihat proses pengangkutan barang-barang milik korban. Satu orang warga telah dimintai keterangan secara resmi oleh penyidik.

ÔÇ£Kita sudah periksa salah satu warga yang melihat,ÔÇØ ujar Bambang.

Pihak kepolisian menyatakan telah mengidentifikasi kendaraan yang digunakan untuk mengangkut barang curian tersebut. Data transaksi dari aplikasi penyedia jasa angkut juga telah dikantongi untuk melacak keberadaan pelaku.

ÔÇ£Kami sudah mengantongi identitas kendaraan yang mengantar, alamat mobilnya ada semua, sama sejarah transaksi dari aplikasinya, itu sudah ada,ÔÇØ kata Bambang.

Kompol Bambang menegaskan bahwa kepolisian akan menuntaskan kasus ini untuk mencegah jatuhnya korban lain dengan modus serupa. Setiap detail informasi dari masyarakat akan digunakan untuk mempercepat proses penangkapan.

ÔÇ£Sekecil apapun informasi, kami akan tindak lanjuti,ÔÇØ ucap Bambang.

Artikel terkait

Rekomendasi