Posisi utang pemerintah Indonesia menembus angka Rp9.920,42 triliun pada akhir Maret 2026 sebagai upaya menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah tekanan global. Capaian tersebut mencatatkan kenaikan sebesar Rp282,52 triliun jika dibandingkan dengan posisi pada akhir Desember 2025 yang berada di level Rp9.637,90 triliun.
Data yang dilansir dari Detik Finance menunjukkan bahwa rasio utang terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) kini berada di angka 40,75 persen. Meskipun terjadi peningkatan dari rasio sebelumnya sebesar 40,46 persen pada akhir tahun lalu, posisi ini diklaim masih dalam batas aman sesuai ketentuan Undang-Undang Keuangan Negara.
Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan memberikan penegasan mengenai strategi pengelolaan kewajiban negara tersebut. Melalui laporan resminya, otoritas terkait menekankan fokus pada optimalisasi portofolio dan pasar keuangan dalam negeri.
"Pemerintah mengelola utang secara cermat dan terukur untuk mencapai portofolio utang yang optimal dan mendukung pengembangan pasar keuangan domestik," tulis laporan di website resmi DJPPR, dikutip Jumat (8/5/2026).
Struktur penarikan pembiayaan tersebut didominasi oleh instrumen Surat Berharga Negara (SBN) dengan total nilai Rp8.652,89 triliun atau setara 87,22 persen. Sisanya, pemerintah mengandalkan pinjaman sebesar Rp1.267,52 triliun yang menyumbang porsi 12,78 persen dari total keseluruhan utang.
"Komposisi utang pemerintah mayoritas berupa instrumen SBN yang mencapai 87,22%," jelas DJPPR.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan bahwa kenaikan rasio utang pada kisaran 40 persen terhadap PDB merupakan dampak dari perlambatan ekonomi yang terjadi pada tahun sebelumnya. Kebijakan menambah utang diambil secara sadar sebagai langkah strategis untuk menghindari potensi krisis ekonomi yang lebih mendalam di masa depan.
"Ini kan kemarin terpaksa karena ada perlambatan signifikan. Pilihannya yang mana? Ke kondisi seperti 1998 atau meningkatkan utang sedikit, tetapi ekonomi kita selamat habis itu kita tata ulang semuanya," ujar Purbaya di The Tribrata Dharmawangsa, Jakarta Selatan, Kamis (12/2/2026).