Utang Luar Negeri Indonesia Turun Menjadi US$ 423,9 Miliar

Utang Luar Negeri Indonesia Turun Menjadi US$ 423,9 Miliar
Foto: Ilustrasi Utang Luar Negeri Indonesia Turun Menjadi US$ 423,9 Miliar.

Posisi utang luar negeri (ULN) Indonesia mencatatkan penurunan pada periode Oktober 2025. Dilansir dari Investortrust, Bank Indonesia (BI) melaporkan angka ULN berada di level US$ 423,9 miliar.

Jumlah tersebut menunjukkan koreksi sebesar 0,39% jika dibandingkan dengan posisi pada September 2025 yang mencapai US$ 425,6 miliar. Rasio ULN terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) masih terjaga di angka 29,3%.

"Secara tahunan, ULN Indonesia tumbuh 0,3% terutama dipengaruhi pertumbuhan ULN sektor publik," kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso.

Berbanding terbalik dengan tren total secara bulanan, ULN pemerintah justru mengalami pertumbuhan secara tahunan. Pada Oktober 2025, posisi utang pemerintah tercatat sebesar US$ 210,5 miliar atau naik 4,7%.

Peningkatan ini didorong oleh tingginya minat investor asing terhadap Surat Berharga Negara (SBN) internasional. Hal ini mencerminkan kepercayaan investor yang tetap stabil terhadap prospek ekonomi nasional di tengah gejolak pasar global.

"Sebagai salah satu instrumen pembiayaan APBN, ULN dikelola secara cermat, terukur, dan akuntabel, serta pemanfaatannya terus diarahkan untuk mendukung pembiayaan program-program prioritas yang mendorong keberlanjutan dan penguatan perekonomian nasional," ujar Ramdan Denny Prakoso.

Distribusi Pemanfaatan Dana

Pemerintah mengalokasikan dana ULN tersebut ke sejumlah sektor strategis. Sektor jasa kesehatan dan kegiatan sosial mendapatkan porsi sebesar 22,2%.

Bidang administrasi pemerintahan, pertahanan, dan jaminan sosial wajib menyerap 19,6%. Kemudian jasa pendidikan 16,4%, sektor konstruksi 11,7%, serta transportasi dan pergudangan sebanyak 8,6%.

"Posisi ULN pemerintah tersebut didominasi utang jangka panjang dengan pangsa mencapai 99,99% dari total ULN pemerintah," kata Ramdan Denny Prakoso.

Penurunan pada Sektor Swasta

Kondisi berbeda terlihat pada ULN swasta yang mengalami kontraksi baik secara bulanan maupun tahunan. Nilai ULN swasta pada Oktober 2025 turun menjadi US$ 190,7 miliar.

Angka ini lebih rendah 0,93% dibandingkan September 2025 yang berada di level US$ 192,5 miliar. Jika dilihat secara tahunan, terjadi penurunan sebesar 1,9% pada sektor ini.

Penyusutan terjadi pada lembaga keuangan (financial corporations) yang terkontraksi 4,7% serta perusahaan non-lembaga keuangan (nonfinancial corporations) sebesar 1,2% secara tahunan.

Mayoritas ULN swasta saat ini masih terkonsentrasi pada sektor industri pengolahan, jasa keuangan, pengadaan energi, serta pertambangan. Keempat sektor tersebut mencakup 80,9% dari total keseluruhan utang swasta.

Artikel terkait

Rekomendasi