Update Terbaru: RI Segera Borong Rudal Canggih Negara Tetangga di 2026

Update Terbaru: RI Segera Borong Rudal Canggih Negara Tetangga di 2026
Foto: Update Terbaru: RI Segera Borong Rudal Canggih Negara Tetangga di 2026. (Illustration by Pexels)

Proses pengadaan sistem rudal canggih BrahMos oleh Pemerintah Indonesia kini telah memasuki babak akhir. Informasi ini disampaikan langsung oleh pihak India sebagai negara produsen rudal supersonik tersebut.

Selain Indonesia, Vietnam juga dikabarkan telah mencapai kesepakatan serupa dengan India. Hal ini menandakan ekspansi teknologi pertahanan India yang semakin kuat di kawasan Asia Tenggara.

Status Terkini Pengadaan Rudal BrahMos

Menteri Pertahanan India, Rajesh Kumar Singh, mengungkapkan bahwa pembicaraan dengan Indonesia sudah berada di tahap paling ujung. Sementara itu, kesepakatan dengan Vietnam disebut-sebut sudah resmi ditandatangani.

Meskipun sudah ada titik terang, pengumuman resmi mengenai kerja sama dengan Vietnam kabarnya tinggal menunggu waktu. "Sepemahaman saya, kesepakatan tersebut berada di tahap akhir," ujar Singh sebagaimana dikutip dari Hindustan Times.

Indonesia sendiri sebelumnya telah menyatakan komitmen pengadaan sistem rudal ini pada Maret lalu. Namun, hingga saat ini detail mengenai nilai kontrak pengadaan tersebut masih belum dibuka ke publik.

Perlu diketahui bahwa BrahMos merupakan hasil kolaborasi teknologi antara India dan Rusia. Rudal ini dikenal sebagai salah satu rudal jelajah supersonik tercepat dan paling mematikan di kelasnya.

Kepercayaan dan Diplomasi Pertahanan

Berikut adalah beberapa poin penting terkait kebijakan ekspor teknologi pertahanan India:

  • India hanya melakukan transfer teknologi pertahanan kepada negara-negara yang dianggap memiliki hubungan kepercayaan yang tinggi.
  • ASEAN menjadi prioritas strategis India dalam memperluas kerja sama keamanan dan militer di kawasan Asia.
  • Filipina menjadi negara asing pertama yang membeli BrahMos dengan nilai kontrak mencapai US$375 juta pada tahun 2022.

Kebijakan ini diambil India untuk memperkuat stabilitas kawasan melalui kemitraan yang inklusif. India juga memposisikan negara-negara mitra sebagai sahabat yang layak mendapatkan akses teknologi militer canggih.

Urgensi Ketahanan di Tengah Ketidakpastian Global

Rajesh Kumar Singh menekankan bahwa ketahanan sektor pertahanan adalah kebutuhan strategis yang sangat mendesak saat ini. Hal ini dipicu oleh meningkatnya ketegangan geopolitik dan gangguan pada rantai pasok dunia.

Menurutnya, negara-negara tidak boleh lagi bergantung pada rantai pasokan yang rapuh atau terlalu terpusat. Kesiapan pertahanan memerlukan ekosistem industri yang tangguh, terdiversifikasi, serta adaptif terhadap kemajuan teknologi.

Dalam satu dekade terakhir, India telah melakukan reformasi besar-besaran untuk memperkuat manufaktur dalam negerinya. Mereka kini melibatkan sektor swasta lebih luas untuk memproduksi berbagai alutsista secara mandiri.

India berambisi menjadi pusat manufaktur pertahanan global yang mampu memproduksi rudal, pesawat tempur, hingga tank tempur utama. Fokus utamanya adalah menciptakan keamanan kolektif tanpa membentuk blok eksklusif tertentu.

Artikel terkait

Rekomendasi