Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) akhirnya memberikan pernyataan resmi terkait dugaan riset palsu yang melibatkan empat orang lulusannya dalam ajang konferensi internasional. Pihak kampus mengonfirmasi bahwa nama-nama yang beredar memang merupakan alumni dari perguruan tinggi tersebut.
Keempat alumni yang teridentifikasi dalam kasus ini adalah Rifaldy Fajar, Prihantini, Rini Winarti, dan Riana Dwi Kurniawati. Berdasarkan catatan resmi universitas, mereka diketahui telah menyelesaikan masa studinya dan lulus pada kurun waktu antara tahun 2019 hingga 2021.
Tindakan Individu Tanpa Kaitan Institusi
Meskipun status mereka adalah alumni, manajemen UNY menegaskan bahwa aksi yang dilakukan keempat orang tersebut tidak memiliki sangkut paut dengan institusi kampus. Pihak universitas memastikan bahwa saat ini mereka tidak terdaftar sebagai staf pengajar, tenaga kependidikan, maupun mahasiswa aktif.
Segala aktivitas akademik yang dijalankan oleh para alumni tersebut dianggap sebagai kegiatan mandiri di luar lingkup tanggung jawab kampus. Hal ini disampaikan oleh Wakil Rektor UNY bidang Akademik, Prof Nur Hidayanto Pancoro Setyo Putro, yang menyebut tindakan mereka murni bersifat personal.
Berikut adalah ringkasan profil status keempat alumni yang terlibat:
- Status Alumni: Terkonfirmasi sebagai lulusan UNY pada periode kelulusan 2019-2021.
- Status Kepegawaian: Tidak terdaftar sebagai dosen atau tenaga kependidikan di lingkungan kampus.
- Status Akademik: Tidak menyandang status sebagai mahasiswa aktif dalam jenjang pendidikan apa pun di UNY.
- Keterlibatan Institusi: Segala bentuk riset dan publikasi yang dilakukan bersifat individu dan di luar kendali universitas.
Pernyataan ini dikeluarkan untuk memberikan batasan tegas bahwa institusi tidak memfasilitasi atau mendukung aktivitas yang melanggar kode etik tersebut. Pihak kampus juga merasa perlu menjaga reputasi akademik yang selama ini dijunjung tinggi oleh seluruh sivitas akademika.
Ketidaksesuaian Afiliasi Departemen
Pihak kampus juga menyoroti kejanggalan pada keterangan organisasi atau afiliasi yang dicantumkan oleh para oknum tersebut dalam penelitiannya. Mereka diketahui menggunakan nama Department of Liver Transplant Surgery, Computational Biology and Medicine Laboratory, Yogyakarta State University.
Faktanya, departemen dengan nama tersebut tidak pernah ada dalam struktur organisasi UNY, baik di bawah Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam maupun Fakultas Kedokteran. Penggunaan nama departemen fiktif ini memperkuat dugaan adanya manipulasi data institusi demi kepentingan publikasi tersebut.
Detail mengenai status departemen yang digunakan dapat dilihat pada tabel berikut:
| Klaim Afiliasi Pelaku | Fakta Organisasi di UNY | Status Keaslian |
|---|---|---|
| Dept. of Liver Transplant Surgery | Tidak ada di Fakultas Kedokteran/FMIPA | Fiktif |
| Computational Biology and Medicine Lab | Tidak terdaftar dalam daftar laboratorium resmi | Fiktif |
Data di atas menunjukkan bahwa pelaku sengaja menciptakan identitas akademik palsu untuk mendukung riset mereka di kancah internasional. Hal ini menjadi perhatian serius bagi dunia pendidikan tinggi di Indonesia terkait pengawasan integritas publikasi.
Komitmen terhadap Integritas Akademik
Saat ini, UNY terus menjalin koordinasi intensif dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek). Langkah ini diambil untuk melakukan investigasi lebih mendalam guna mengungkap fakta-fakta yang sebenarnya terjadi di balik skandal riset ini.
Dalam pernyataan penutupnya, UNY kembali menegaskan komitmennya dalam menjunjung tinggi nilai kejujuran dan etika akademik. Kampus berjanji akan bersikap tegas terhadap segala bentuk pelanggaran yang dapat mencederai marwah institusi pendidikan di mata dunia.