Kasus dugaan riset palsu yang tengah menjadi perbincangan hangat di dunia akademik kembali memicu klarifikasi dari pihak terkait. Kali ini, peneliti dari Pusat Riset Teknologi Hidrodinamika BRIN, Dimas Fajar Prasetyo, angkat bicara mengenai namanya yang tercantum dalam penelitian tersebut.
Melalui keterangan tertulis, Dimas secara tegas menyatakan bahwa dirinya tidak terlibat sama sekali dalam proyek penelitian yang viral itu. Ia menegaskan bahwa identitasnya telah dicatut oleh oknum yang tidak bertanggung jawab dalam publikasi ilmiah tersebut.
Klarifikasi Tegas Peneliti BRIN
Nama Dimas sebelumnya muncul dalam artikel berjudul "Which Should Come First: Oxygen Expansion or Pneumococcal Vaccination for Frail, Comorbid Older Adults in LMIC Cities?". Ia bersanding dengan nama lain seperti Aminatus Saadah, Wildan Syahputra, Riana Dwi Kurniawati, dan Ayuni Kemala Safira.
Dalam artikel itu, Dimas disebutkan berafiliasi dengan School of Biomedical Engineering di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya. Dimas menyatakan dirinya tidak pernah bekerja sama dengan para penulis tersebut maupun mengikuti kegiatan riset yang dimaksud.
Dimas menjelaskan bahwa bidang keahliannya di BRIN adalah Teknik Sistem Kelautan dan Lepas Pantai (Offshore and Marine Systems Engineering). Topik kesehatan yang diangkat dalam riset palsu tersebut sangat jauh dari rekam jejak akademik maupun profesional yang ia tekuni.
Ia berkomitmen untuk terus menjaga integritas sebagai akademisi dengan fokus pada bidang kepakarannya. Munculnya nama Dimas dalam riset medis dianggap tidak masuk akal mengingat latar belakang pendidikannya di bidang perkapalan.
Respons Resmi ITS Terkait Nama Departemen
Pihak Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) turut memberikan klarifikasi resmi mengenai pencantuman institusi mereka dalam artikel tersebut. ITS menemukan adanya ketidaksesuaian data terkait nama departemen yang digunakan oleh penulis riset.
Fakta mengenai Departemen Teknik Biomedik di ITS :
- Nama resmi yang digunakan institusi adalah Departemen Teknik Biomedik atau Biomedical Engineering.
- Nama "School of Biomedical Engineering" tidak pernah ada dalam struktur organisasi resmi di ITS.
- Tidak ada keterlibatan dosen, mahasiswa, maupun staf kependidikan ITS dalam riset tersebut.
- Fasilitas laboratorium ITS tidak pernah digunakan untuk kepentingan penelitian yang sedang dipermasalahkan.
Penjelasan di atas menunjukkan bahwa informasi afiliasi yang tercantum dalam riset palsu tersebut sepenuhnya tidak benar. ITS memastikan bahwa integritas akademik di lingkungan kampus tetap dijaga dengan sangat ketat.
Status Dimas Fajar di ITS
Meskipun namanya dicatut, ITS membenarkan bahwa Dimas Fajar Prasetyo merupakan alumnus dari Departemen Teknik Sistem Perkapalan. Namun, pihak kampus memastikan bahwa pencantuman namanya dalam riset tersebut dilakukan tanpa izin dan persetujuan yang bersangkutan.
Rektor ITS, Prof. Dr. (HC) Ir. Bambang Pramujati, menekankan pentingnya etika penelitian dan kejujuran ilmiah. Ia menyatakan bahwa ITS mendukung penuh upaya investigasi untuk mengungkap kebenaran di balik kasus pemalsuan publikasi internasional ini.
Ringkasan poin klarifikasi dari berbagai pihak :
| Pihak Terkait | Poin Klarifikasi Utama |
|---|---|
| Dimas Fajar (BRIN) | Nama dicatut dan topik riset tidak sesuai dengan bidang kepakarannya. |
| Pihak ITS | Nama "School of Biomedical Engineering" fiktif dan tidak ada keterlibatan personel. |
| Rektor ITS | Menjunjung tinggi integritas akademik dan mendorong investigasi lebih lanjut. |
Tabel ini merangkum pernyataan resmi dari pihak-pihak yang namanya terseret dalam dugaan skandal riset palsu tersebut. Semua pihak sepakat bahwa tindakan ini merugikan reputasi akademisi dan institusi yang bersangkutan.
Kasus ini semakin serius setelah Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi memberikan sinyal akan menempuh jalur hukum. Langkah tegas ini diambil untuk melindungi ekosistem riset Indonesia dari praktik penipuan publikasi ilmiah di tingkat internasional.