Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta resmi meloloskan 3.624 mahasiswa baru melalui jalur Seleksi Nasional Berbasis Tes (SNBT) 2026 yang diumumkan secara serentak pada Senin, 25 Mei 2026. Hasil seleksi ini menempatkan UNS sebagai perguruan tinggi negeri dengan peminat terbanyak kedua di tingkat nasional, dilansir dari Media Indonesia.
Data dari Kantor Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) UNS menunjukkan kelulusan tersebut mencakup 2.961 peserta di Program Studi Sarjana, 363 peserta di Sarjana Terapan, dan 300 orang di Diploma Tiga. Pada seleksi tahun ini, UNS membuka daya tampung untuk 75 Program Studi Sarjana, 12 Program Studi Sarjana Terapan, dan 11 Program Studi Diploma Tiga.
"Pada SNBT Tahun 2026 ini, jumlah peminat program studi di UNS mencapai 91.611 orang. Angka ini menempatkan UNS di peringkat kedua perguruan tinggi negeri di Indonesia dengan peminat terbanyak," ujar Prof. Sutarno, Kepala Kantor Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) UNS.
Tingkat keketatan total di UNS tercatat sebesar 3,96 persen, dengan Program Studi D-4 Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) mencatatkan jumlah pendaftar tertinggi pertama di Indonesia, sedangkan D-4 Keperawatan Anestesiologi menempati peringkat keenam nasional. Bagi calon mahasiswa yang tidak lolos SNBT, pendaftaran Seleksi Mandiri UNS (SM-UNS) masih dibuka hingga 2 Juni 2026 melalui Jalur Reguler, Afirmasi, Kemitraan, maupun Kelas Internasional.
Tingkat persaingan masuk program studi di UNS dirangkum dalam daftar keketatan berikut:
| Peringkat | Program Studi Vokasi (D-3 & D-4) | Persentase Keketatan |
|---|---|---|
| 1 | D-4 Keperawatan Anestesiologi | 0,48% |
| 2 | D-4 Manajemen Bisnis | 0,51% |
| 3 | D-3 Farmasi | 0,64% |
| 4 | D-3 Manajemen Administrasi | 0,76% |
| 5 | D-4 Keselamatan dan Kesehatan Kerja | 0,77% |
| 6 | D-3 Budi Daya Ternak | 1,07% |
| 7 | D-3 Perpajakan | 1,11% |
| 8 | D-3 Akuntansi | 1,24% |
| 9 | D-3 Agribisnis | 1,32% |
| 10 | D-4 Bahasa Inggris untuk Komunikasi Bisnis dan Profesional | 1,46% |
Pada kelompok Sarjana Saintek, persaingan tertinggi dipimpin oleh Prodi Farmasi sebesar 2,13 persen, diikuti Teknik Industri sebesar 3,10 persen, dan Kedokteran dengan 3,14 persen. Sementara pada kelompok Sarjana Sosial-Humaniora, Prodi Bisnis Digital menjadi yang paling ketat dengan 2,57 persen, disusul Ilmu Komunikasi sebesar 2,95 persen, dan Manajemen sebanyak 3,14 persen.