Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon kini semakin serius dalam memperkuat riset bertema kepulauan guna mendukung percepatan pembangunan di wilayah Maluku. Langkah ini dibuktikan dengan pembentukan Pusat Studi Pengelolaan Kawasan Berbasis Masyarakat (PS-PKBM) yang dirancang menjadi pusat kolaborasi data.
Rektor Unpatti, Prof. Freddy Leiwakabessy, mengungkapkan bahwa kehadiran PS-PKBM merupakan langkah strategis untuk menyelaraskan dunia akademik dengan kebutuhan nyata di lapangan. Pusat studi ini diharapkan dapat menjadi instrumen transformasi bagi masyarakat, khususnya di wilayah pesisir.
Menurut Prof. Freddy, Unpatti memiliki tanggung jawab besar sebagai perguruan tinggi berbasis kepulauan untuk memberikan kontribusi nyata. Hal ini diwujudkan melalui penelitian mendalam, pendampingan masyarakat, serta penyusunan rekomendasi kebijakan yang tepat sasaran.
Kolaborasi Multidisiplin untuk Pembangunan Maluku
PS-PKBM nantinya akan berfungsi sebagai wadah bagi berbagai disiplin ilmu untuk bekerja sama merumuskan model pengelolaan kawasan berkelanjutan. Kerja sama ini akan melibatkan berbagai fakultas di internal kampus, kementerian terkait, hingga pemerintah daerah.
Keberadaan pusat studi ini juga ditujukan sebagai jembatan komunikasi antara pihak kampus, pemerintah, dan warga setempat. Tujuannya adalah memastikan setiap kebijakan pembangunan daerah didukung oleh landasan ilmiah yang kuat dan sesuai dengan kondisi geografis Maluku.
Fokus utama dari kolaborasi lintas bidang ini mencakup beberapa sektor penting di antaranya:
- Integrasi riset antara bidang arsitektur, perikanan, pertanian, dan kehutanan untuk pengelolaan lingkungan.
- Kajian dari sudut pandang ekonomi, sosial, dan hukum untuk memastikan keberlanjutan program bagi masyarakat.
- Penyusunan solusi nyata yang dapat diterapkan langsung oleh warga, bukan sekadar teori akademis semata.
Dr. Adrian SM Walangitan selaku Ketua Tim Kelompok Kepakaran Unpatti menambahkan bahwa PS-PKBM akan menjadi rumah besar bagi para peneliti. Melalui kerangka kerja yang berkelanjutan, diharapkan tercipta model pengelolaan kawasan yang benar-benar relevan dengan karakteristik daerah kepulauan.
Dukungan Pemerintah dan Target Strategis ke Depan
Inisiatif ini mendapat apresiasi positif dari Prof. I Wayan Widiada selaku perwakilan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Ia menilai langkah Unpatti sangat selaras dengan arah pembangunan nasional yang menekankan pada riset berbasis kebutuhan daerah.
Prof. Wayan juga menekankan bahwa pengelolaan kawasan berbasis masyarakat adalah kunci masa depan bagi pembangunan di daerah. Unpatti dianggap memiliki posisi strategis untuk menjadi rujukan nasional dalam riset wilayah kepulauan di Indonesia.
Berikut adalah daftar target strategis yang ingin dicapai melalui pembentukan PS-PKBM Unpatti:
- Pemetaan potensi kawasan pesisir dan wilayah kepulauan secara komprehensif.
- Pengembangan model pengelolaan ruang yang berfokus pada kemandirian masyarakat.
- Penyediaan kajian ilmiah sebagai dasar pengambilan kebijakan oleh pemerintah daerah.
- Implementasi program pemberdayaan masyarakat yang berbasis pada hasil riset terkini.
- Peningkatan kerja sama strategis dengan berbagai lembaga dan kementerian di tingkat nasional.
Pembentukan pusat studi ini sekaligus menjadi bagian dari upaya transformasi besar Unpatti menuju universitas riset berkelas nasional. Dengan riset yang kuat, kampus ini optimistis mampu menjawab tantangan pembangunan yang dihadapi oleh masyarakat Maluku saat ini.