Ribuan masyarakat berkumpul di Rabat, Maroko, pada Minggu (19/4/2026) guna menyatakan solidaritas terhadap warga Palestina sekaligus melayangkan protes keras terhadap Israel. Aksi massa ini juga menjadi sarana kecaman atas konflik yang tengah meluas hingga melibatkan Iran dan Lebanon.
Dilansir dari Kompas, para pengunjuk rasa melakukan aksi berjalan kaki sembari mengibarkan bendera Palestina dan Maroko. Berdasarkan rekaman video di lokasi, kerumunan tersebut secara konsisten menyuarakan slogan dukungan untuk Palestina serta menolak segala bentuk tindakan Israel di wilayah tersebut.
Kehadiran sejumlah tokoh politik dalam demonstrasi ini memperkuat aspirasi massa terkait krisis kemanusiaan yang sedang terjadi. Salah satu politisi yang ikut serta memberikan pernyataan mengenai sikap tegas rakyat Maroko terhadap situasi di Timur Tengah tersebut.
"kebijakan pembunuhan dan kelaparan" ujar salah satu tokoh politik.
Penegasan tersebut merujuk pada kondisi sulit yang dialami warga Palestina akibat konflik berkepanjangan. Selain menyuarakan penolakan terhadap blokade, peserta aksi juga menyoroti kondisi kemanusiaan yang kian memburuk di Jalur Gaza.
Para demonstran turut mengecam langkah parlemen Israel yang baru-baru ini menyetujui regulasi kontroversial terkait penahanan warga Palestina. Protes tersebut difokuskan pada pemberian izin hukum mengenai hukuman mati bagi para tahanan Palestina yang diatur dalam undang-undang terbaru tersebut.