Tim Universitas Washington Temukan Spesies Mamalia Purba Cimolodon desosai

Tim Universitas Washington Temukan Spesies Mamalia Purba Cimolodon desosai
Foto: Ilustrasi Tim Universitas Washington Temukan Spesies Mamalia Purba Cimolodon desosai.

Fosil spesies baru dari genus Cimolodon berhasil ditemukan oleh tim peneliti yang dipimpin oleh Universitas Washington di Baja California, Meksiko. Spesimen makhluk purba tersebut diperkirakan telah berusia sekitar 75 juta tahun.

Penemuan satwa purba berumur puluhan juta tahun ini dilansir dari Media Indonesia. Hewan purba yang baru diidentifikasi tersebut kemudian diberi nama resmi Cimolodon desosai.

Mamalia purba ini diperkirakan memiliki ukuran tubuh sebesar hamster emas. Satwa ini diduga aktif bergerak di wilayah daratan maupun area pepohonan, serta bertahan hidup dengan mengonsumsi serangga dan buah-buahan.

ÔÇ£Genus Cimolodon merupakan mamalia yang cukup umum pada periode Kapur Akhir, masa terakhir era dinosaurus,ÔÇØ kata Gregory Wilson Mantilla, profesor biologi Universitas Washington sekaligus kurator paleontologi vertebrata di Museum Burke.

Kelompok mamalia purba ini diyakini menjadi garis keturunan nenek moyang hewan yang selamat dari petaka kepunahan massal. Peristiwa alam yang terjadi sekitar 66 juta tahun lalu itu tercatat memusnahkan hampir 75 persen kehidupan mahluk hidup di Bumi.

ÔÇ£Ia dan keturunannya berukuran kecil serta omnivora, dua sifat yang sangat membantu untuk bertahan hidup,ÔÇØ ujarnya.

Spesimen Cimolodon desosai pertama kali ditemukan di lapangan pada tahun 2009 oleh Wilson Mantilla bersama tim risetnya. Temuan kali ini tergolong sangat istimewa karena memiliki struktur rangka yang jauh lebih lengkap dibandingkan temuan biasanya.

Jika sebagian besar fosil mamalia purba hanya menyisakan bagian gigi, spesimen baru ini mencakup area tengkorak. Tim arkeologi juga menemukan bagian rahang, tulang paha, hingga struktur tulang lengan.

ÔÇ£Sangat sulit menemukan fosil di lokasi ini dibandingkan wilayah lain,ÔÇØ kata Wilson Mantilla.

Proses pengangkatan fosil ini membutuhkan ketelitian tinggi dari tim di lapangan. Penyelidikan awal bermula ketika tim melihat struktur gigi berukuran kecil yang mencuat di permukaan batuan.

ÔÇ£Pada masa lalu, banyak spesies dinamai hanya berdasarkan bentuk giginya,ÔÇØ ujar Wilson Mantilla. ÔÇ£Jika menemukan kerangka tanpa gigi, sering kali sulit menentukan identitas spesiesnya.ÔÇØ

Melalui fragmen tubuh yang lebih utuh, para ilmuwan kini dapat memproyeksikan ukuran tubuh satwa secara presisi. Mereka juga bisa memetakan pola pergerakan dan karakteristik lingkungan hidup fauna tersebut secara akurat.

Pemanfaatan Teknologi Pencitraan Digital Resolusi Tinggi

Penyelidikan mendalam terhadap fosil Cimolodon desosai ini dibantu oleh penerapan teknologi pencitraan digital modern. Ilmuwan memanfaatkan perangkat mikro-CT (micro-computed tomography) untuk menghasilkan visualisasi detail struktur fosil.

Teknologi pemindaian ini memudahkan para peneliti untuk melakukan komparasi geometri gigi Cimolodon desosai dengan spesies lain. Langkah validasi tersebut krusial untuk membuktikan bahwa fosil ini merupakan spesies baru yang belum pernah tercatat.

Pemberian nama desosai disematkan sebagai bentuk penghormatan bagi mendiang Michael de Sosa VI. Ia merupakan asisten lapangan yang pertama kali menemukan keberadaan fosil tersebut di batuan.

Michael de Sosa VI dilaporkan meninggal dunia saat proses riset dan analisis terhadap spesimen purba ini masih berjalan. Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi tertinggi atas dedikasi mendiang selama proyek penelitian berlangsung.

ÔÇ£Dia adalah asisten lapangan yang luar biasa dan seperti adik bagi saya,ÔÇØ kata Wilson Mantilla. ÔÇ£Merupakan kehormatan bisa mengabadikan namanya melalui spesies ini.ÔÇØ

Artikel terkait

Rekomendasi