Program Pendidikan Vokasi Universitas Indonesia menerapkan persaingan ketat dalam penerimaan mahasiswa baru, terutama pada program studi Bisnis Kreatif yang membatasi daya tampung, seperti dilansir dari Edukasi.
Direktur Program Pendidikan Vokasi Universitas Indonesia, Safrin Arifin, mengonfirmasi tingkat keketatan yang tinggi tersebut terjadi karena jumlah peminat yang tidak sebanding dengan kapasitas kelas.
"Nah tingkat keketatan itu, kalau kita lihat terakhir ini, misalnya prodi bisnis kreatif itu, (Pendaftar) 6.000, padahal kita cuma terima 100-an (mahasiswa)," kata Safrin di Kampus UI, Depok, Jawa Barat, Senin (18/5/2026).
Safrin menambahkan bahwa beberapa program studi lain di jenjang vokasi juga memiliki tingkat keketatan tinggi. Jurusan tersebut meliputi Produksi Media, Pariwisata, Hospitality, hingga Bisnis.
Sementara itu, Rektor Universitas Indonesia, Heri Hermansyah, menjelaskan bahwa seleksi untuk masuk ke jenjang Sarjana (S1) di UI memiliki tingkat kesulitan yang paling tinggi jika dibandingkan dengan program pascasarjana.
Kondisi ini dipicu oleh besarnya volume pendaftar yang merupakan lulusan sekolah menengah atas dengan rekam jejak akademik terbaik di sekolah masing-masing.
"Lulusan-lulusan SMA yang terbaik itu mendaftarnya ke kami (UI). Jadi yang mendaftarnya saja udah yang terbaik. Jadi misalnya kalau dari SMA itu ada ranking 1-100, 10 besar itu bertarung di kami (UI)," kata Heri di Kampus UI, Depok, Jawa Barat, Jumat (31/10/2025).
Menurut Heri, situasi tersebut memicu persaingan yang sangat kompetitif karena para calon mahasiswa baru berlomba-lomba untuk menembus kampus yang dianggap terbaik.
Di sisi lain, Heri menilai seleksi untuk jenjang Magister (S2) cenderung lebih longgar karena melanjutkan studi pascasarjana bukan menjadi kebutuhan utama bagi seluruh lapisan masyarakat.
"Kan tidak semuanya ambil S2, ada yang bekerja, ada yang menikah, ada yang berbisnis," ujarnya.
Heri menyatakan bahwa kondisi latar belakang tersebut berdampak pada perbedaan capaian prestasi akademik antara mahasiswa jenjang Sarjana dan Magister.
"Nah jadi yang masuk ke S2 ini tidak the best seperti yang S1 prestasi akademiknya. Namun juga, nah inilah mungkin yang tadi disebutkan kenapa anak S1 kita lebih bagus," lanjut dia.
Pihak rektorat mengimbau agar para siswa kelas 12 yang memiliki prestasi akademik tidak perlu merasa gentar untuk mencoba mendaftarkan diri ke UI.
Heri juga menegaskan bahwa calon mahasiswa tidak perlu mengkhawatirkan persoalan finansial karena institusi menyediakan berbagai skema bantuan ekonomi.
"Tidak usah khawatir dengan biaya. Mereka yang terbaik otomatis beasiswa itu ngikutin," jelas Heri Hermansyah.