Seorang masinis asal Bandung, Eka Purnama Nurdiansyah, memberikan edukasi mengenai risiko besar meremehkan keselamatan saat melintasi rel kereta api melalui unggahan di media sosial pribadinya pada Rabu, 22 April 2026. Edukasi ini dilakukan guna menekan angka kecelakaan fatal yang masih sering terjadi akibat pelanggaran di perlintasan.
Dilansir dari Kompas, konten tersebut kembali menjadi perhatian publik setelah viral di tengah tingginya angka pelanggaran lalu lintas di jalur kereta. Masinis tersebut menggunakan simulasi visual untuk memperlihatkan kondisi teknis pengereman sarana transportasi massal tersebut.
Melalui simulasi tersebut, Eka membuktikan bahwa pengereman mendadak tidak dapat menghentikan laju kereta secara instan. Terdapat jarak dan waktu tempuh tertentu yang tetap dibutuhkan hingga roda kereta benar-benar berhenti sempurna di atas rel.
"Kereta api tidak bisa berhenti secara mendadak, semakin cepat laju Kereta Api, semakin lama juga waktu yang diperlukan untuk sampai berhenti," tulis Eka, Masinis.
Penjelasan tersebut menekankan fakta teknis bahwa massa dan kecepatan kereta api membuat proses penghentian memerlukan ruang yang cukup panjang. Hal ini menjadi alasan utama mengapa masyarakat dilarang keras beraktivitas atau menerobos pintu perlintasan saat tanda peringatan sudah berbunyi.