Gorila jantan ikonik bernama Komu merayakan hari ulang tahun ke-29 dengan sajian tumpeng buah di Pusat Primata Schmutzer, Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta Selatan, pada Minggu (19/4/2026) pagi. Perayaan yang dihadiri ratusan pengunjung ini bertujuan meningkatkan kepedulian terhadap kesejahteraan satwa.
Antusiasme pengunjung terlihat sejak sebelum pukul 10.00 WIB di sekitar area enclosure yang telah dihiasi dekorasi tanaman tropis dan papan angka usia Komu. Sebagaimana dilansir dari Megapolitan, pihak pengelola menyediakan tumpeng khusus berisi susunan nanas, semangka, melon, pisang, dan apel untuk primata tersebut.
Pawang gorila di Taman Margasatwa Ragunan, Dwi Suprihadi, menjelaskan bahwa perilaku Komu yang membelakangi penonton saat menyantap tumpeng merupakan reaksi alami untuk mencari zona nyaman. Petugas memastikan bahwa hal tersebut bukan bentuk keengganan berinteraksi dengan manusia.
"Kalau makan, dia memang lebih nyaman membelakangi. Itu sudah perilaku alami. Jadi jangan dianggap dia tidak mau berinteraksi," kata Dwi Suprihadi, Pawang Gorila.
Dwi memaparkan bahwa Komu yang berasal dari Inggris sejak tahun 2002 ini memiliki kecerdasan menonjol dibandingkan gorila lain seperti Kumbo dan Kihi. Komu disebut sebagai satu-satunya gorila di lokasi tersebut yang mampu memanjat pohon kelapa secara mandiri saat merasa haus.
"Kalau dia lagi haus, dia bisa panjat kelapa. Itu cuma Komu yang bisa," ujar Dwi Suprihadi, Pawang Gorila.
Manajemen memberikan perawatan intensif dengan jadwal makan lima kali sehari yang terdiri dari sayuran, buah, serta tambahan protein berupa telur rebus dan susu. Pada kondisi tertentu, perawat menyiapkan buah eksotik seperti anggur hijau, manggis, dan sawo untuk menjaga nafsu makan satwa.
"Kadang kalau mood-nya lagi turun, kita kasih yang lebih spesial," kata Dwi Suprihadi, Pawang Gorila.
Aspek keamanan menjadi prioritas utama mengingat kekuatan fisik gorila dewasa yang sangat besar, sehingga prosedur penguncian kandang dilakukan secara ketat sebelum petugas melakukan pembersihan. Kedisiplinan ini diterapkan demi menjamin keselamatan petugas dan kenyamanan pengunjung di area pameran.
"Kalau gorila sudah dewasa, kekuatannya besar. Jadi semuanya harus benar-benar dipastikan aman," ujar Dwi Suprihadi, Pawang Gorila.
Seorang pengunjung asal Jakarta Timur, Tika, menyampaikan kegembiraannya dapat menyaksikan langsung momen langka perayaan hari jadi satwa tersebut bersama keluarga. Suasana sorak-sorai pecah saat Komu pertama kali muncul dari sisi kanan enclosure menuju area dekorasi.
"Seru banget. Tadi pas Komu keluar, semua orang langsung teriak," kata Tika, Pengunjung.
Tika menambahkan bahwa pengalaman ini memberikan kesan tersendiri bagi anaknya yang antusias memberikan ucapan selamat kepada gorila tersebut. Hal ini dinilai memberikan warna baru bagi pengunjung yang biasanya hanya sekadar melihat satwa di dalam kandang.
"Anak saya sampai ikut bilang \u2018selamat ulang tahun Komu\u2019. Ini jadi pengalaman baru, karena biasanya ke kebun binatang cuma lihat-lihat saja," ujar Tika, Pengunjung.
Pengunjung lainnya, Aya, menilai biaya tambahan masuk ke area Schmutzer sebesar Rp 7.500 pada akhir pekan terasa sepadan dengan fasilitas edukasi yang didapatkan. Ia sengaja datang lebih awal untuk melihat Komu menikmati suguhan ulang tahunnya di tengah rimbunnya hutan buatan.
"Kalau lihat Komu makan, kelihatan dia tenang banget. Terus dekorasinya lucu, ada tulisan Happy Birthday segala," kata Aya, Pengunjung.
Aya mengapresiasi konsep area primata yang dinilai sangat informatif bagi anak-anak untuk mempelajari kehidupan hewan secara lebih mendalam. Menurutnya, pengalaman tersebut jauh lebih berharga daripada sekadar berswafoto di area taman.
"Worth it sih, apalagi buat anak-anak. Jadi mereka belajar soal primata, bukan cuma foto-foto," ucap Aya, Pengunjung.
Setelah perayaan inti selesai pada pukul 10.30 WIB, petugas melanjutkan agenda dengan sesi edukasi dan kuis interaktif mengenai profil gorila di Schmutzer. Pengunjung yang berhasil menjawab pertanyaan seputar kebiasaan makan dan karakteristik Komu mendapatkan hadiah berupa buku gambar dan stiker edisi khusus ulang tahun ke-29.