Ukraina meluncurkan serangan drone besar-besaran ke wilayah Moskow, Rusia, yang menyebabkan korban jiwa di kalangan warga sipil serta kerusakan infrastruktur logistik, sebagaimana dilansir dari Internasional.
Aksi ini terjadi berselang dua hari setelah Moskow mengarahkan armada drone dan rudal terbesar ke Kyiv sejak konflik kedua negara pecah lebih dari empat tahun lalu.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy memberikan penjelasan mengenai urgensi operasi militer jarak jauh tersebut.
"Respons kami terhadap perpanjangan perang dan serangan Rusia terhadap kota-kota kami sepenuhnya dapat dibenarkan," ujar Volodymyr Zelenskiy, Presiden Ukraina.
Zenskiy menyatakan bahwa pasukan militer negaranya kini memiliki kapasitas untuk menghantam sasaran musuh yang berada dalam radius lebih dari 500 kilometer dari area perbatasan.
"Kami ingin menunjukkan kepada Rusia bahwa perang ini harus diakhiri," kata Volodymyr Zelenskiy, Presiden Ukraina.
Dalam pidato malamnya, Zelenskiy menambahkan bahwa aktivitas militer tersebut telah menggeser keseimbangan pertempuran di garis depan melalui intensitas operasi yang diklaim melebihi pergerakan pihak Rusia.
Pihak militer Ukraina mengonfirmasi target serangan mencakup fasilitas produksi senjata presisi tinggi di pinggiran Moskow dan pusat komando kendali drone di wilayah Donetsk yang diduduki Rusia.
Pemerintah Rusia memberikan tanggapan keras terhadap aksi pemboman jarak jauh yang menyasar wilayah kedaulatan mereka.
"aksi teror massal" yang didukung negara-negara Barat," kata Maria Zakharova, Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia.
Wali Kota Moskow Sergei Sobyanin mengonfirmasi bahwa sistem pertahanan udara Rusia berhasil melumpuhkan 81 drone yang bergerak menuju ibu kota sejak tengah malam.
Insiden tersebut mengakibatkan 12 orang luka-luka di dekat kilang minyak Moskow, serta kerusakan pada tiga bangunan rumah, walau fasilitas utama kilang dilaporkan tetap aman.
Gubernur wilayah Moskow Andrei Vorobyov mengabarkan korban jiwa dalam peristiwa ini meliputi seorang perempuan di kawasan Khimki dan dua warga di desa Pogorelki, distrik Mytishchi.
Rangkaian drone juga merusak kompleks apartemen bertingkat, infrastruktur publik, hingga menjatuhkan serpihan material di area Bandara Sheremetyevo Moskow tanpa memicu gangguan fatal.
Peningkatan agresi udara Ukraina dalam beberapa pekan terakhir difokuskan pada objek vital seperti depot bahan bakar, kilang minyak, dan jaringan pipa energi untuk melemahkan logistik Rusia.