Tukang Bangunan Jember Berangkat Haji Hasil Menabung Koin 14 Tahun

Tukang Bangunan Jember Berangkat Haji Hasil Menabung Koin 14 Tahun
Foto: Ilustrasi Tukang Bangunan Jember Berangkat Haji Hasil Menabung Koin 14 Tahun.

Seorang tukang bangunan asal Jember, Imam SyafiÔÇÖi (59), dijadwalkan berangkat ke Tanah Suci untuk menunaikan ibadah haji pada 13 Mei 2026 setelah konsisten menabung uang koin selama 14 tahun. Dilansir dari Kompas, warga Kecamatan Kencong ini berhasil mengumpulkan uang logam hingga mencapai total Rp21 juta untuk melunasi biaya perjalanannya.

Syafi'i telah menyisihkan penghasilannya sedikit demi sedikit dalam bentuk uang logam sejak pertama kali mendaftar haji pada tahun 2012. Tabungan tersebut dibawa ke kantor lembaga bimbingan haji dalam empat buah toples dengan berat masing-masing mencapai 1,1 kuintal.

Pemilihan uang logam sebagai media menabung didasari oleh pengalaman pribadi Syafi'i terkait ketahanan fisik material uang tersebut. Ia menilai uang koin jauh lebih aman dari kerusakan dibandingkan uang kertas yang rentan terhadap gangguan lingkungan.

"Enggak nentu, Mas, seadanya. Uang koin kadang ijol, tukar sama teman," ungkap Syafi'i.

Ketekunan Syafi'i dalam mengumpulkan koin dilakukan tanpa metode khusus, melainkan hanya memanfaatkan sisa penghasilan harian yang ia peroleh dari profesinya sebagai tukang bangunan. Ia menyebutkan bahwa uang logam tidak akan rusak dimakan rayap atau menjadi sarang tikus seperti yang pernah dialaminya sebelumnya.

"Ya nek uang biasa takut itu, Mas. Makan rayap kadang buat sarang tikus. Pernah soalnya, Mas." jelas Syafi'i.

Meskipun jumlah tabungan mencukupi, proses pembayaran sempat mengalami kendala karena pihak petugas awalnya enggan menerima pembayaran dalam bentuk uang logam. Masalah tersebut akhirnya dapat teratasi setelah mendapatkan bantuan dari pimpinan lembaga bimbingan haji setempat.

"Ya enggak mau asalnya, Mas. Enggak mau suruh nuker terus akhirnya tahu akhirnya sama ketua yayasan dibantu, dibantu Pak Maun," tambahnya.

Kini langkah Imam SyafiÔÇÖi mulai diikuti oleh istrinya, Nur Aini, yang juga mulai menabung uang koin dengan tujuan serupa di masa depan. Perjuangan panjang ini membuktikan bahwa keterbatasan ekonomi dapat diatasi dengan tekad kuat dan konsistensi selama belasan tahun.

Artikel terkait

Rekomendasi