Donald Trump Menunda Serangan Militer Amerika Serikat ke Iran

Donald Trump Menunda Serangan Militer Amerika Serikat ke Iran
Foto: Ilustrasi Donald Trump Menunda Serangan Militer Amerika Serikat ke Iran.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan penundaan serangan militer terhadap Iran yang semula direncanakan pada Selasa (19/5). Langkah tersebut diambil setelah adanya permintaan langsung dari sejumlah pemimpin negara Teluk karena proses negosiasi serius saat ini sedang berjalan, seperti dilansir dari Media Indonesia.

Melalui media sosial Truth Social, Donald Trump menyampaikan bahwa para pemimpin dari Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab menghubungi dirinya secara langsung. Pemimpin negara-negara tersebut menginformasikan bahwa sebuah kesepakatan yang dapat diterima oleh pihak Amerika Serikat akan segera tercapai dalam waktu dekat.

"TIDAK ADA SENJATA NUKLIR UNTUK IRAN!" tulis Trump.

Donald Trump tetap memberikan peringatan bahwa militer negaranya berada dalam posisi siap tempur. Pasukan Amerika Serikat diklaim dapat bergerak meluncurkan serangan berskala besar dalam sekejap jika kesepakatan damai yang memuaskan kedua belah pihak gagal terwujud.

"maju dengan serangan skala penuh dan besar-besaran terhadap Iran dalam sekejap" kata Trump.

Pihak Teheran segera merespons pernyataan keras dari Washington tersebut. Penegasan dari militer Iran dilontarkan untuk memperingatkan Amerika Serikat agar tidak mengulangi kesalahan fatal dalam mengambil keputusan di kawasan Timur Tengah.

"kesalahan strategis dan salah kalkulasi." kata seorang komandan militer senior Iran.

Keputusan penundaan operasi militer ini bertepatan dengan penurunan tingkat kepuasan publik domestik terhadap kinerja Donald Trump. Berdasarkan hasil survei terbaru dari The New York Times/Siena, sebanyak 64 persen pemilih menganggap keputusan mengangkat senjata melawan Iran adalah langkah keliru, dan hanya 37 persen pemilih yang mendukung kinerja sang presiden.

Konflik bersenjata antara kedua negara telah memanas sejak 28 Februari 2026 saat pasukan gabungan Amerika Serikat dan Israel membombardir Iran melalui serangan udara. Teheran kemudian membalas aksi tersebut menggunakan gelombang tembakan pesawat tanpa awak atau drone serta rudal secara masif.

Ketegangan ini memicu kekhawatiran besar bagi negara-negara Arab di kawasan Teluk terkait potensi serangan balasan Iran. Dampak fatal dikhawatirkan menyasar berbagai infrastruktur vital domestik seperti jaringan bandar udara, fasilitas industri petrokimia, hingga pabrik desalinasi air bersih.

Meskipun kesepakatan gencatan senjata yang dimulai sejak April 2026 relatif bertahan, militer Iran saat ini masih memegang kendali penuh atas Selat Hormuz. Jalur perairan vital tersebut mengontrol pengiriman 20 persen pasokan minyak mentah dunia, sehingga memicu lonjakan harga minyak global yang direspons Amerika Serikat dengan memblokade pelabuhan Teheran.

Proses diplomasi antarkedua negara hingga kini masih diupayakan melalui jalur mediator pemerintah Pakistan. Hubungan bilateral kedua negara tetap tegang setelah sebelumnya Donald Trump mengeluarkan peringatan keras bahwa batas waktu bagi pihak Iran untuk berunding sudah hampir habis.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, menyatakan bahwa tuntutan yang diajukan oleh pihaknya sudah sangat logis. Tuntutan resmi dari Teheran tersebut mencakup penghentian total pertempuran di seluruh lini, pembukaan blokade laut oleh Amerika Serikat, pembayaran kompensasi atas kerusakan perang, serta pengakuan kedaulatan Iran di Selat Hormuz.

Di sisi lain, pihak Washington dilaporkan menyodorkan lima syarat mutlak kepada Iran. Syarat tersebut mewajibkan Iran hanya mengoperasikan satu situs nuklir serta menyerahkan seluruh cadangan uranium berenÞ▒ÉÕ»î tinggi milik mereka kepada pihak Amerika Serikat.

Kendati demikian, Donald Trump mengisyaratkan adanya pelonggaran persyaratan dalam kesepakatan terbaru ini. Presiden Amerika Serikat tersebut menyatakan bersedia menerima opsi penangguhan program nuklir Iran selama jangka waktu 20 tahun, sebagai ganti dari tuntutan penghentian program secara total.

Artikel terkait

Rekomendasi