Trump Tunda Serangan ke Iran Harga Minyak Dunia Langsung Merosot

Trump Tunda Serangan ke Iran Harga Minyak Dunia Langsung Merosot
Foto: Ilustrasi Trump Tunda Serangan ke Iran Harga Minyak Dunia Langsung Merosot.

Keputusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk menunda aksi militer terhadap Iran memicu penurunan harga minyak mentah dunia hingga lebih dari 2 persen, di tengah upaya negosiasi guna mengakhiri ketegangan di kawasan Timur Tengah.

Seperti dikutip dari Money, komoditas minyak mentah jenis Brent untuk kontrak pengiriman Juli mencatatkan penurunan sebesar 3,01 dollar AS atau sekitar 2,7 persen, sehingga harganya melorot ke posisi 109,09 dollar AS per barrel.

Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate AS untuk pengiriman Juni juga melemah sebesar 1,38 dollar AS atau setara 1,3 persen, yang menempatkan harganya pada level 107,28 dollar AS per barrel.

Merosotnya nilai jual komoditas energi ini dipandang sebagai sebuah indikator positif bagi stabilitas dan keberlangsungan ketahanan energi global.

"Amerika Serikat dan Iran dapat mencapai kesepakatan untuk menghentikan Teheran memperoleh senjata nuklir," lapor Times of India, Selasa (19/5/2026) mengutip pernyataan Trump.

Kendati situasi sempat mereda, Tim Waterer selaku analis pasar dari KCM Trade masih menunjukkan sikap skeptis mengenai kepastian berakhirnya konflik tersebut secara menyeluruh.

Pelaku pasar diyakini akan terus memantau pergerakan situasi karena dinamika di wilayah tersebut dinilai berpotensi kembali memicu gejolak sewaktu-waktu.

"Meskipun sinyal Trump telah meredakan beberapa tekanan langsung, risiko fundamental tetap ada, pasar sekarang mengamati apakah komentar Trump mewakili pergeseran nyata menuju de-eskalasi atau hanya jeda taktis," katanya.

Di sisi lain, fokus utama Trump saat ini mengarah pada upaya pelucutan persenjataan nuklir milik Iran, meskipun kepastian mengenai keberadaan fasilitas militer tersebut masih belum dapat dipastikan secara jelas.

"Tidak ada senjata nuklir untuk Iran," tegas Trump dikutip dari BBC, Senin (18/5/2026).

Lebih lanjut, pemimpin Amerika Serikat tersebut memberikan peringatan keras kepada pihak Iran agar senantiasa menaati seluruh poin kesepakatan demi menghindari potensi serangan susulan di masa depan.

"Ia memperingatkan bahwa militer AS akan siap untuk "melanjutkan serangan besar-besaran ke Iran, kapan saja" jika tidak ada kesepakatan yang dapat diterima tercapai," lapor BBC.

Hingga saat ini, pihak otoritas Iran dilaporkan masih belum memberikan respons resmi terkait langkah penundaan operasi militer maupun seruan negosiasi yang dilontarkan oleh Trump.

Artikel terkait

Rekomendasi