Donald Trump Proyeksikan China Beli Produk Pertanian AS Skala Besar

Donald Trump Proyeksikan China Beli Produk Pertanian AS Skala Besar
Foto: Ilustrasi Donald Trump Proyeksikan China Beli Produk Pertanian AS Skala Besar.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan potensi keuntungan besar bagi sektor pertanian domestik menyusul kesepakatan dagang terbaru dengan Pemerintah China. Pernyataan tersebut disampaikan Trump kepada awak media saat berada di dalam pesawat kepresidenan Air Force One usai menyelesaikan kunjungan kenegaraan dari Beijing.

Sektor pertanian Amerika Serikat diharapkan mendapat dorongan signifikan melalui ekspor komoditas ke pasar Tiongkok. Dilansir dari Internasional, Trump memperkirakan pihak China akan melakukan pembelian kedelai dalam nilai yang sangat besar tanpa merinci detail teknis kesepakatan tersebut.

"Para petani akan sangat senang. Mereka akan membeli miliaran dolar kedelai," ujar Trump, Presiden Amerika Serikat.

Pemerintah Amerika Serikat memproyeksikan adanya aliran dana masuk dari sektor agrikultur melalui komitmen belanja China. Penasihat hukum perdagangan Jamieson Greer memberikan gambaran lebih luas mengenai volume transaksi yang diperkirakan terjadi dalam kurun waktu tiga tahun mendatang.

"puluhan miliar dolar" kata Jamieson Greer, Pemerintah AS.

Greer memberikan penegasan bahwa total nilai belanja tersebut tidak hanya terfokus pada satu jenis komoditas saja. Menurut penjelasannya, angka fantastis itu mencakup keseluruhan spektrum produk pertanian Amerika yang akan diserap oleh pasar China.

"miliaran dolar" kata Donald Trump, Presiden Amerika Serikat.

Data United States Department of Agriculture menunjukkan urgensi ekspor ini mengingat petani Amerika diprediksi menghasilkan panen kedelai terbesar kedua sepanjang sejarah pada musim ini. Stabilitas pendapatan sektor tani kini sangat bergantung pada kemampuan pasar internasional menyerap hasil bumi tersebut.

Langkah China ini menjadi titik balik setelah sebelumnya negara tersebut mengurangi impor kedelai asal Amerika Serikat secara drastis hingga menyentuh angka 15% pada 2025. Penurunan tajam dari posisi 41% di tahun 2016 itu terjadi karena China lebih memilih beralih ke pemasok dengan harga lebih kompetitif seperti Brasil.

Artikel terkait

Rekomendasi