Donald Trump Menyatakan Perdamaian AS dan Iran Segera Terwujud

Donald Trump Menyatakan Perdamaian AS dan Iran Segera Terwujud
Foto: Ilustrasi Donald Trump Menyatakan Perdamaian AS dan Iran Segera Terwujud.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan pada Sabtu (23/5) waktu setempat bahwa perdamaian dengan Iran sudah di depan mata dan Selat Hormuz akan segera dibuka kembali. Pernyataan tersebut dilansir dari Media Indonesia di tengah skeptisisme pasar global yang berulang kali menghadapi klaim serupa tanpa bukti nyata.

Blokade Selat Hormuz oleh Teheran menggunakan taktik perang asimetris seperti kapal cepat, ranjau, dan drone canggih telah memutus akses terhadap seperlima pasokan minyak dunia. Kondisi tersebut mencekik ekonomi global meskipun secara militer posisi Iran saat ini tengah terdesak.

Data dari Kpler menunjukkan sekitar 166 kapal tanker dengan muatan sekitar 170 juta barel minyak saat ini masih terjebak di Teluk Persia. Pemulihan kapasitas transit penuh diperkirakan membutuhkan waktu hingga tiga bulan jika perdamaian benar-benar terjadi.

Proses pemulihan jalur perdagangan tersebut memerlukan langkah teknis yang rumit, mulai dari pembersihan bottleneck kapal tanker hingga pengurangan stok gudang kilang. Selain itu, reaktivasi sumur minyak di Timur Tengah memerlukan waktu berminggu-minggu, sementara perbaikan infrastruktur yang rusak akibat perang membutuhkan waktu bertahun-tahun.

Saat ini, sekitar 12 juta barel per hari produksi minyak mentah dan 3 juta barel produk minyak olahan di Arab Saudi dan Irak masih dalam kondisi offline. Ketegangan ini membuat para pedagang minyak waspada akibat adanya riwayat klaim perdamaian palsu pada April lalu.

Harga minyak mentah Brent bertengger di atas US$100 per barel pada Jumat lalu. Analis dari JPMorgan memprediksi harga minyak akan rata-rata berada di level US$97 per barel sepanjang sisa tahun ini apabila pembukaan selat terealisasi pada awal Juni.

Penurunan harga Brent hingga kisaran US$60 diperlukan agar konsumen bisa mendapatkan harga bensin yang terjangkau. Berdasarkan proyeksi pasar berjangka, level harga tersebut kemungkinan baru dapat dicapai pada tahun 2032.

Kekhawatiran terhadap faktor keamanan juga membuat perusahaan asuransi menaikkan premi perlindungan maritim hingga ribuan persen. Banyak kapal diperkirakan tetap enggan melintas selama Iran belum memberikan jaminan lintas bebas tanpa ancaman ranjau atau pungutan tol.

Artikel terkait

Rekomendasi