Donald Trump Sebut Gencatan Senjata dengan Iran Berada dalam Krisis

Donald Trump Sebut Gencatan Senjata dengan Iran Berada dalam Krisis
Foto: Ilustrasi Donald Trump Sebut Gencatan Senjata dengan Iran Berada dalam Krisis.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan kesepakatan gencatan senjata dengan Iran berada dalam kondisi kritis pada Senin (11/5/2026). Pernyataan ini muncul menyusul respons Teheran terhadap proposal perdamaian AS yang dinilai memperlebar jurang perbedaan kedua negara sejak perang pecah pada akhir Februari lalu.

Kondisi diplomatik yang memburuk ini berdampak langsung pada sektor energi global dengan lonjakan harga minyak mentah Brent sebesar 3 persen hingga mencapai 104 dolar AS per barel. Dilansir dari Suara, penutupan Selat Hormuz oleh Iran telah memaksa produsen memangkas ekspor hingga produksi OPEC menyentuh level terendah dalam dua dekade.

Trump menyatakan kekecewaannya secara terbuka terhadap dokumen balasan yang dikirimkan oleh pihak Teheran. Ia menganggap tuntutan Iran sebagai penghinaan terhadap proses diplomasi yang telah diupayakan sejak dimulainya gencatan senjata parsial pada 7 April.

"Saya menyebutnya kondisi terlemah saat ini, setelah membaca potongan sampah yang mereka kirimkan. Saya bahkan tidak menyelesaikan membacanya," cetus Trump, Presiden Amerika Serikat.

Di sisi lain, Iran menetapkan prasyarat berat untuk menghentikan konflik, termasuk kompensasi kerusakan perang dan pencabutan blokade laut AS. Teheran juga menegaskan kedaulatan penuh atas Selat Hormuz yang menjadi jalur distribusi bagi seperlima kebutuhan energi dunia.

Ketidakpastian visi perang ini memicu kritik domestik di Amerika Serikat berdasarkan hasil jajak pendapat Reuters/Ipsos yang menunjukkan 66 persen responden mengeluhkan kurangnya transparansi pemerintah. Ketua Parlemen Iran, Mohammad Baqer Qalibaf, memberikan peringatan mengenai konsekuensi ekonomi bagi warga AS.

Sebagai langkah balasan, Pemerintah AS resmi memberlakukan sanksi baru terhadap entitas yang membantu pengiriman minyak Iran ke China. Kebijakan ini diambil guna memutus pendanaan militer dan program nuklir Iran di tengah terbatasnya pergerakan kapal tanker di jalur strategis tersebut.

Laporan dari Wall Street Journal mengungkapkan adanya keterlibatan militer Uni Emirat Arab yang melakukan serangan udara ke kilang minyak di Pulau Lavan, Iran, bulan lalu. Sementara itu, Donald Trump dijadwalkan akan bertolak ke Beijing pada Rabu mendatang untuk melakukan pertemuan dengan Presiden China, Xi Jinping.

Artikel terkait

Rekomendasi