Donald Trump Amankan Komitmen Ekonomi Boeing dan Kerja Sama AI China

Donald Trump Amankan Komitmen Ekonomi Boeing dan Kerja Sama AI China
Foto: Ilustrasi Donald Trump Amankan Komitmen Ekonomi Boeing dan Kerja Sama AI China.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan perolehan komitmen ekonomi signifikan dan penguatan posisi geopolitik di beberapa kawasan strategis usai menyelesaikan kunjungan diplomatiknya ke China. Pengumuman tersebut disampaikan di atas pesawat kepresidenan dalam perjalanan pulang menuju Washington, sebagaimana dilansir dari Internasional.

Hasil utama dari pertemuan tersebut mencakup kesepakatan sektor korporasi di mana China menyetujui pembelian awal sebanyak 200 unit pesawat Boeing. Komitmen jangka panjang ini diproyeksikan dapat bertambah hingga 750 unit pesawat, yang sekaligus memberikan dampak positif bagi General Electric sebagai pemasok mesin pesawat.

Di bidang teknologi, Trump mengonfirmasi adanya ketergantungan pasokan semikonduktor canggih melalui kehadiran CEO Nvidia, Jensen Huang. Pembicaraan mengenai pasokan chip Nvidia H200 menjadi poin penting, di samping kesepakatan kedua negara untuk membangun standarisasi batasan guna memitigasi risiko keamanan dari teknologi kecerdasan buatan (AI).

Beralih ke isu Timur Tengah, Trump memaparkan klaim atas keberhasilan strategi militernya di Selat Hormuz. Ia menyatakan bahwa blokade maritim yang dilakukan militer AS selama sekitar 2,5 minggu terakhir telah melumpuhkan jalur perdagangan energi Iran dengan perkiraan kerugian ekonomi mencapai US$ 8,75 miliar.

"Kami mengontrol penuh jalur selat tersebut dan mereka praktis tidak bisa melakukan bisnis sama sekali. Angkatan Laut, Angkatan Udara, radar, hingga sistem antipesawat mereka telah dilumpuhkan," klaim Trump, Presiden Amerika Serikat.

Trump juga menepis laporan media mengenai kemampuan pertahanan Iran dan menyatakan bahwa kapasitas manufaktur rudal negara tersebut telah hancur hingga 85 persen. Terkait isu nuklir, ia menuntut denuklirisasi total dengan jangka waktu minimal 20 tahun sebagai syarat kesepakatan baru.

Mengenai kedaulatan Taiwan, Presiden China Xi Jinping menyatakan penolakan terhadap gerakan kemerdekaan guna menghindari konflik bersenjata. Trump sendiri belum memberikan komitmen mengikat terkait keterlibatan militer AS namun akan memutuskan rencana penjualan senjata ke Taiwan dalam waktu dekat.

Komunikasi bilateral antara kedua negara dijadwalkan akan berlanjut secara intensif sepanjang tahun 2026. Agenda mendatang mencakup pertemuan di Gedung Putih pada September, KTT G20 di Miami, serta kunjungan balasan Presiden Trump ke China pada November mendatang.

Artikel terkait

Rekomendasi