Presiden Amerika Serikat Donald Trump dijadwalkan bertemu Presiden China Xi Jinping di Beijing pada 14 hingga 15 Mei 2026 untuk membahas kelanjutan operasi militer terhadap Iran. Pertemuan bilateral ini dilakukan di tengah meningkatnya ketegangan di Selat Hormuz yang mengancam stabilitas pasokan energi dunia, sebagaimana dilansir dari Suara.
Agenda utama dalam kunjungan resmi tersebut mencakup koordinasi langkah strategis antarkedua negara terkait konflik bersenjata yang telah berlangsung sejak Februari. Washington berupaya memastikan kesepahaman dengan Beijing mengingat peran China sebagai salah satu konsumen energi global terbesar saat ini.
"Saya akan berbicara dengan Xi tentang Iran. Itu akan menjadi salah satu topik utama kami," ujar Trump, Presiden Amerika Serikat.
Keputusan Trump untuk membawa isu ini ke Beijing menyusul penilaian positif terhadap sikap pemerintah China selama operasi berlangsung. Pihak Amerika Serikat mencatat bahwa sejauh ini Beijing tidak memberikan tantangan signifikan terhadap manuver militer yang dilancarkan di kawasan Timur Tengah tersebut.
Konflik bersenjata yang dimulai sejak 28 Februari 2026 melibatkan serangan udara Amerika Serikat dan Israel terhadap berbagai titik strategis di Iran. Serangkaian operasi ini berdampak pada kerusakan infrastruktur publik yang luas serta memicu jatuhnya korban dari kalangan warga sipil di wilayah terdampak.
Upaya diplomasi sebelumnya sempat dilakukan melalui negosiasi di Islamabad setelah gencatan senjata dua pekan pada April, namun berakhir tanpa kesepakatan permanen. Trump kemudian mengambil langkah untuk memperpanjang jeda serangan guna memberikan ruang bagi Teheran dalam menyusun draf proposal kesepakatan baru.
Hambatan distribusi di Selat Hormuz telah menyebabkan fluktuasi tajam pada harga komoditas energi internasional. Meskipun sempat melonjak, data perdagangan pada Rabu (6/5/2026) pagi menunjukkan pergerakan harga minyak mentah mulai mengalami sedikit koreksi di pasar global.
| Jenis Komoditas | Harga (US$) | Perubahan (%) |
|---|---|---|
| Crude Oil | 100 | -1,26% |
| Brent | 108 | -1,08% |
Ketidakpastian di jalur pelayaran Teluk Persia terus menjadi perhatian utama karena arus pengiriman minyak mentah dan gas alam cair (LNG) nyaris terhenti. Hasil pertemuan antara Trump dan Xi di Beijing pekan depan diharapkan mampu meredakan tensi geopolitik sekaligus memberikan kepastian bagi pasar energi internasional.