Donald Trump Ancam Hancurkan Oman jika Kendalikan Selat Hormuz

Donald Trump Ancam Hancurkan Oman jika Kendalikan Selat Hormuz
Foto: Ilustrasi Donald Trump Ancam Hancurkan Oman jika Kendalikan Selat Hormuz.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan ancaman militer terhadap Oman dalam rapat kabinet di Gedung Putih pada Rabu (27/5). Tindakan tersebut memperpanjang daftar negara yang diancam akan diserang atau benar-benar diserang sepanjang masa jabatannya.

Pernyataan keras itu dilontarkan karena Oman berisiko diledakkan oleh militer Amerika Serikat apabila berupaya mengendalikan Selat Hormuz bersama Iran, seperti dilansir dari Media Indonesia. Kebijakan luar negeri Trump memang kerap diwarnai dengan ancaman penggunaan kekuatan bersenjata.

"Oman akan bersikap seperti negara lain, atau kami harus menghancurkan mereka," kata Trump dalam rapat kabinet di Gedung Putih.

Laporan CNN mengungkapkan bahwa gertakan kepada Oman tersebut menambah jumlah wilayah yang menjadi target potensi serangan Trump menjadi 15 negara. Pemanfaatan opsi kekuatan militer ini tercatat mencakup wilayah berpenduduk di empat benua global.

Selama periode kepemimpinannya saat ini, pengerahan kekuatan militer Amerika Serikat telah menyasar tujuh negara. Beberapa di antaranya meliputi Iran, Irak, Nigeria, Somalia, Suriah, Venezuela, dan Yaman.

Agresi militer tersebut belum mencakup operasi penyerangan terhadap sekitar 60 kapal di Laut Karibia dan Samudra Pasifik yang diduga terlibat jaringan narkotika. Operasi khusus di kawasan perairan tersebut dilaporkan telah menewaskan lebih dari 190 orang.

Daftar negara lain yang juga pernah menghadapi risiko ataupun ancaman serangan pada masa jabatan kedua Trump mencakup Kanada, Kolombia, Kuba, wilayah Denmark Greenland, Meksiko, dan Panama. Sementara itu, Korea Utara dan Meksiko tercatat menjadi sasaran ancaman pada masa jabatan pertamanya.

Kawasan Timur Tengah menjadi titik fokus utama dari kebijakan luar negeri Amerika Serikat ini. Trump kini tercatat telah melayangkan ancaman atau melakukan serangan langsung terhadap lima negara di wilayah tersebut.

Artikel terkait

Rekomendasi