Trump Ancam Serang Iran jika Negosiasi Damai Gagal

Trump Ancam Serang Iran jika Negosiasi Damai Gagal
Foto: Ilustrasi Trump Ancam Serang Iran jika Negosiasi Damai Gagal.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberikan ancaman militer kepada Iran untuk segera menandatangani kesepakatan damai pada Rabu (20/5/2026), dilansir dari Internasional. Trump menegaskan opsi serangan tetap terbuka jika Teheran menolak jalur diplomasi yang kini memasuki tahap akhir.

Peringatan tersebut disampaikan Trump dalam pidato wisuda di Akademi Penjaga Pantai Amerika Serikat di Connecticut. Mantan presiden yang kembali menjabat itu menilai kekuatan pertahanan musuhnya telah melemah secara signifikan akibat konflik sebelumnya.

"Semua sudah hancur. Angkatan laut mereka hancur. Angkatan udara mereka hancur. Hampir semuanya. Satu-satunya pertanyaan sekarang adalah apakah kita akan kembali dan menyelesaikannya, atau mereka akan menandatangani dokumen. Kita lihat saja nanti," ujar Trump.

Ketegangan ini kembali memuncak setelah enam minggu Trump menghentikan sementara Operation Epic Fury. Langkah penghentian operasi militer tersebut awalnya diambil demi membuka peluang gencatan senjata antara AS, Israel, dan pihak Iran.

"Kami akan memberikan satu kesempatan ini. Saya tidak terburu-buru. Idealnya saya ingin melihat lebih sedikit orang terbunuh dibandingkan banyak orang. Kami bisa melakukannya dengan dua cara," kata Trump.

Pemerintah Iran langsung merespons keras pernyataan sepihak dari Washington tersebut. Korps Garda Revolusi Iran mengeluarkan peringatan resmi mengenai potensi perluasan skala konflik jika eskalasi bersenjata kembali pecah.

Ketua Parlemen Iran sekaligus negosiator utama perdamaian, Mohammad Baqer Qalibaf, menuduh Washington melakukan langkah terbuka maupun terselubung untuk menyiapkan serangan baru terhadap Iran.

Di tengah situasi panas ini, Menteri Dalam Negeri Pakistan berkunjung ke Teheran pada Rabu demi melanjutkan peran sebagai mediator. Pakistan merupakan negara perantara tunggal dalam perundingan damai yang mempertemukan kedua belah pihak.

Iran juga dilaporkan telah mengajukan proposal baru kepada Washington pekan ini. Namun, draf tersebut masih memuat sejumlah tuntutan lama seperti kontrol Selat Hormuz, pencabutan sanksi ekonomi, kompensasi perang, pelepasan aset, hingga penarikan pasukan AS.

Ketidakpastian ini memicu kekhawatiran pelaku pasar global terkait stabilitas pasokan energi dunia. Konflik berkepanjangan antara Iran dan AS berpotensi mengganggu distribusi minyak mentah melalui jalur perdagangan Selat Hormuz.

Artikel terkait

Rekomendasi